Mataram – Warga Dusun Kending Sampi, Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, menyatakan penolakan terhadap pihak-pihak yang dinilai mencoba mempolitisasi program pembangunan bronjongan yang merupakan bantuan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Penolakan ini muncul setelah adanya tudingan yang menyebut pengerjaan proyek tidak dilakukan secara transparan atau terbuka. Warga menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan kondisi di lapangan.
Salah satu perwakilan warga setempat, Zainal Arifin, mengakui merasakan langsung manfaat dari pembangunan bronjongan tersebut, terutama dalam mengurangi dampak banjir yang selama ini kerap terjadi setiap musim hujan.
“Program ini sangat membantu kami. Setiap musim hujan, kawasan ini menjadi langganan banjir. Dengan adanya bronjongan ini, diharapkan dapat menahan dan mengurangi debit air yang datang dari desa luar,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Pembangunan bronjongan diketahui difokuskan pada titik-titik strategis yang selama ini menjadi jalur masuk air saat hujan deras.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk melindungi permukiman dari ancaman banjir yang kerap merugikan warga.
Selain menolak politisasi, warga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB atas perhatian yang diberikan terhadap kondisi di wilayah mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur NTB atas bantuan ini. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat kecil,” ungkapnya.
Warga lainnya, Abdul Rahman berharap tidak ada lagi upaya yang dapat mengganggu pelaksanaan program pembangunan bronjongan tersebut.
Lantaran, mereka menilai bahwa program tersebut murni memberikan manfaat bagi warga, bukan untuk kepentingan tertentu.
Dengan rampungnya pembangunan bronjongan itu, Rahman mengaku warga setempat kini merasa lebih aman dalam menghadapi musim hujan.
“Alhamdulillah beronjongan ini telah selesai. Kami merasakan lebih aman tingggal sekarang,” tandasnya. (ril)


Komentar