Peristiwa
Home » Berita » Cuaca Ekstrem, Enam Desa di Lombok Tengah Terdampak Banjir dan Longsor

Cuaca Ekstrem, Enam Desa di Lombok Tengah Terdampak Banjir dan Longsor

Tangkapan layar bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kuta, Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa, (24/2/2026).

Mataram – Hujat lebat disertai angin kencang yang menerjang dihampir seluruh wilayah di NTB, telah mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah pada Selasa siang, (24/2/2026).

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Senin malam, (23/2/2026) menyebabkan luapan sungai dan drainase, sehingga air merendam permukiman warga di beberapa kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin mengatakan banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik paling terdampak di Lombok Tengah. Dijelaskan, di Kecamatan Pujut, genangan air merendam Desa Kuta, Desa Pengembur, dan Desa Bangket Parak.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Beleka Kecamatan Janapria, kemudian Desa Ganti Kecamatan Praya Timur, serta terjadi di Desa Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat.

Sementara itu, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat.

Viral! Anak Minta Keadilan ke Hotman Paris, Ayahnya Jadi Tersangka di Polres Sumbawa

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu luapan sungai dan drainase, serta menyebabkan longsor di sejumlah titik,” ujar Sadimin di Mataram pada Selasa, (24/2/2026).

Kini, BPBD tengah mengumpulkan data terkait dampak kerusakan maupun jumlah warga yang terdampak. Petugas di lapangan juga terus melakukan pendataan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi antara BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama sejumlah pemangku kebijakan.

“Untuk warga dan infrastruktur yang terdampak masih dalam pendataan,” katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lombok Tengah telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengumpulkan informasi terkait dampak bencana. Selain itu, proses pelaporan dan penyebaran himbau untuk berhati-hati kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Berdiri di Tanah Wakaf, Dapur MBG di Lombok Timur Dirusak Warga

Penanganan di lapangan turut melibatkan personel Damkarmat Lombok Tengah, aparat kecamatan, serta aparat desa setempat.

Sadimin menjelaskan, BPBD mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik tanggap darurat bagi warga terdampak. Hingga laporan terakhir, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah dan belum sepenuhnya surut.

“Kondisi saat ini bahwa banjir masih menggenangi wilayah yang terdampak,” tuturnya.

Atas hal itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem terutama saat memasuki periode puncak musim hujan pada dasarian III Februari 2026.

“Adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Februari 2026, sehingga masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” pungkasnya. (ril)

Isu Warga Malaysia Ditelantarkan Suaminya di Lombok Keliru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan