Pemerintahan
Home » Berita » 45 Unit SPKLU Disiapkan untuk Isi Daya 72 Mobil Listrik Pemprov NTB

45 Unit SPKLU Disiapkan untuk Isi Daya 72 Mobil Listrik Pemprov NTB

Salah satu unit SPKLU yang ada di Kantor Gubernur NTB. (dok: ril)

Mataram – Sebanyak 45 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan untuk menunjang operasional mobil listrik yang disewa oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fasilitas pengisian daya ini diproyeksikan untuk mendukung operasional 72 unit mobil listrik yang mulai dioperasikan oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB sejak hari ini, Jumat (6/3/2026).

Tim pengelola SPKLU PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Ima Setiani memastikan kesiapan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik itu sudah tersebar di Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Bima.

Ia menjelaskan bahwa total 45 unit SPKLU tersebut tersebar di 36 titik lokasi. Di wilayah Sumbawa dan Bima, sudah tersedia 14 unit SPKLU yang menyebar di 12 lokasi.

“Untuk Pulau Sumbawa dan Bima tersedia 14 unit SPKLU di 12 lokasi. Rinciannya, di Bima ada tujuh unit di tujuh lokasi, dan di Sumbawa tujuh unit di lima lokasi. Daya yang tersedia mulai dari 7 kilowatt hingga 25 kilowatt,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Dijadwalkan Hadiri Peringatan HADI ke-73 Nahdlatul Wathan di Anjani

Sementara di Pulau Lombok, terdapat 31 unit SPKLU yang tersebar di 24 lokasi. Sebanyak 20 lokasi berada di wilayah kerja UP3 Mataram dan empat lokasi di wilayah kerja UP3 Selaparang.

“Di Lombok, kapasitas dayanya mulai 7 kilowatt hingga 60 kilowatt, tergantung tipe pengisian dayanya,” kata Ima.

SPKLU tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari kantor PLN, pusat perbelanjaan seperti Lombok Epicentrum Mall, Transmart Mataram, dan Sasaku, hingga kantor pemerintahan seperti Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Kantor Gubernur, dan Kantor Dinas ESDM.

Selain itu, SPKLU juga ditempatkan di sejumlah hotel mewah, di antaranya Hotel Santika, Prime Park, Golden Palace, Bobocabin Sembalun, dan Sheraton.

Menurut Ima, satu unit SPKLU dapat mengisi daya untuk beberapa kendaraan yang, tergantung pada jumlah nozzle atau konektor pengisian daya yang tersedia.

Efek Perang, Pertamina Jatimbalinus Klaim Stok BBM Aman

“Kalau tipe slow sampai medium charging biasanya satu nozzle untuk satu mobil. Untuk fast charging atau ultra fast charging bisa melayani dua mobil sekaligus,” jelasnya.

Saat ini, SPKLU yang telah terpasang umumnya memiliki satu hingga tiga nozzle. Namun secara fisik, satu perangkat biasanya hanya menyediakan dua slot parkir.

“Jadi memang menyesuaikan dengan desain dan kapasitas alatnya,” tambahnya.

Terkait kapasitas daya, ia memastikan setiap SPKLU dilengkapi kWh meter tersendiri dan terhubung langsung dengan jaringan PLN.

“Daya di setiap SPKLU sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dan langsung terkoneksi ke jaringan PLN. Jadi pengguna tidak perlu khawatir soal keterbatasan daya,” tuturnya.

Pejabat Eselon II Pemprov NTB Mulai Kerja Pakai Mobil Listrik Hari Ini

Tak hanya itu, Ima mengatakan PLN juga berencana menambah infrastruktur pengisian daya atau SPKLU tambahan pada 2026 ini, yakni sebanyak 13 unit untuk memperkuat layanan. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan