Mataram – Rencana pembentukan NTB Capital sebagai holding Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor non keuangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini masih berkutat pada tahap penyusunan konsep.
Meski telah dirancang sejak tahun lalu dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2026, realisasi lembaga ini belum menunjukkan progres signifikan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pemprov sengaja tidak terburu-buru dalam merealisasikan NTB Capital. Menurutnya, pendekatan yang diambil adalah memastikan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat agar tidak mengulangi persoalan manajemen yang pernah terjadi pada sejumlah BUMD sebelumnya.
Ia menegaskan pembangunan institusi yang berkelanjutan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Saya memilih sustainability, jadi saya tidak ingin buru-buru dengan NTB Capital. Kita tidak ingin mengulangi kesalahan manajemen yang sama dengan BUMD kita sebelumnya. Tidak apa-apa sedikit lebih pelan, tetapi kita ingin membangun institusi yang betul-betul baik dan kuat,” katanya Senin, (9/3/2026).
Iqbal menjelaskan, pembentukan holding tersebut nantinya juga akan melalui proses persetujuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB. Ia mengaku sejauh ini dukungan dari pimpinan maupun anggota DPRD cukup positif.
“Alhamdulillah pimpinan DPRD maupun anggota semuanya mendukung. Sekarang kita sedang mencari model yang paling tepat karena nantinya dia akan menjadi holding,” katanya.
Dilanjutkan Iqbal, Pemprov NTB telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait rancangan pembentukan NTB Capital. Dari konsultasi tersebut terdapat sejumlah perbaikan konsep yang harus dilakukan.
Tahap selanjutnya, kata Iqbal, adalah menggandeng konsultan terbaik untuk menyusun konsep bisnis yang dinilai paling tepat bagi holding BUMD NTB pada sektor non keuangan ini.
“Sudah kita konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri, ada perbaikan konsep di sana sini. Tahap terakhir itu adalah konsultasi dengan konsultan-konsultan terbaik di Indonesia untuk menghasilkan konsep bisnis yang tepat,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, NTB Capital dirancang sebagai perusahaan holding yang akan menaungi BUMD sektor non keuangan di daerah. Kehadirannya diharapkan mampu mengkonsolidasikan berbagai unit usaha daerah sekaligus mendorong profesionalisme pengelolaan bisnis milik pemerintah daerah.
Salah satu BUMD yang direncanakan berada di bawah holding ini adalah PT Gerbang NTB Emas (GNE).
Melalui struktur holding ini, Pemprov NTB berharap proses investasi dapat menjadi lebih sederhana, termasuk dalam hal jaminan perizinan dan penanganan persoalan sosial di lapangan yang kerap menjadi kendala bagi investor.
Sebagai informasi, konsep ini juga akan berjalan beriringan dengan Bank NTB Syariah yang diproyeksikan menjadi holding sektor keuangan daerah. (ril)


Komentar