Peristiwa
Home » Berita » Ribuan Orang Iringi Dokter Jack ke Makam Karang Medain

Ribuan Orang Iringi Dokter Jack ke Makam Karang Medain

Isak tangis keluarga saat menaburkan bunga di makam dr Lalu Herman Mahaputra atau dr Jack. Usai prosesi pemakaman di TPU Karang Medain pada Rabu sore, 11 Maret 2026. (dok: ril)

Mataram – Ribuan warga mengiringi prosesi pemakaman Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Lalu Herman Mahaputra atau yang akrab disapa Dokter Jack, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain, Kota Mataram, Rabu (11/3/2026).

Kepergian sosok yang dikenal enerjik dan dekat dengan banyak kalangan itu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat NTB.

Jenazah tiba di Lombok sekitar pukul 14.00 WIB setelah diterbangkan dari Jakarta pada pukul 11.00 WIB. Setibanya di Mataram, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Lingkungan Karang Bedil, tepatnya di depan Klinik Akasia, untuk disemayamkan.

Setelah itu, jenazah disalatkan di masjid di lingkungan setempat sebelum akhirnya diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum Karang Medain, Kota Mataram.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan turut mengantar kepergian dr Jack, mulai dari masyarakat sipil, jajaran RSUD Provinsi NTB, pegawai Bapenda NTB, hingga para pejabat pemerintah daerah.

Gubernur Iqbal Kenang Sosok dr. Jack, Sebut Sosok yang Tepat Pimpin Bapenda NTB

Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri, mantan Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, serta Kepala Kejaksaan Tinggi NTB Wahyudi. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan besarnya penghormatan terhadap sosok yang dikenal luas di berbagai kalangan.

Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi proses pemakaman. Banyak pelayat yang terlihat larut dalam kesedihan saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Sebelumnya, kabar duka menyelimuti Nusa Tenggara Barat setelah dokter Jack meninggal dunia di Jakarta pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RS MMC Jakarta.

Sekretaris Kepala Bapenda NTB, M Zuhudy Kadran, menjelaskan sehari sebelum meninggal dunia Ketua PMI NTB ini masih menjalankan aktivitas kedinasan dengan mengikuti rapat koordinasi di Bekasi.

“Beliau hari Senin masih mengikuti rakor di Bekasi. Sepulang dari Bekasi beliau terkena flu sehingga batal kembali ke Mataram,” kata Zuhudy kepada WartaOne Selasa malam, (10/3/2026).

Berita Duka, Kepala Bapenda dr Jack Meninggal Dunia di Jakarta

Menurutnya, sepulang dari kegiatan tersebut kondisi kesehatan Dokter Jack mulai menurun karena mengalami flu sehingga rencana kepulangannya ke Mataram sempat dibatalkan.

Kondisinya kemudian memburuk pada Selasa sore. Ia dilaporkan terjatuh hingga pingsan dan segera dilarikan ke RS MMC Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar pukul 21.00 WIB ia dinyatakan meninggal dunia.

“Informasinya tadi sore beliau terjatuh hingga pingsan sehingga dilarikan ke RS MMC, dan sekitar pukul 21.00 WIB beliau dikabarkan meninggal dunia,” katanya.

Kepergian Dokter Jack menjadi kehilangan besar bagi jajaran Bapenda NTB. Disebutkan Zuhudy, meski baru menjabat sebagai Kepala Bapenda NTB sejak Januari lalu, ia dikenal sebagai pemimpin yang sangat antusias dan memiliki perhatian besar kepada para pegawainya.

Ia juga dikenal memiliki pergaulan serta jaringan yang luas, sehingga mampu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.
Selain sebagai birokrat, ia juga dikenal sebagai sosok yang pernah membawa banyak perubahan saat menjabat sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB.

Geger, Pria di Ampenan Ditemukan Tewas Tergantung di Belakang Rumahnya

“Yang jelas beliau adalah pemimpin yang sangat enerjik, perhatian dengan anak buah, dan pergaulannya juga sangat luas sehingga memiliki jaringan yang besar,” ungkapnya.

Sosok yang selama ini dikenal aktif dan penuh semangat itu kini telah berpulang, meninggalkan kenangan serta jejak pengabdian bagi daerah. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan