Pemerintahan
Home » Berita » Sepanjang 1.417 Km Jalan di NTB Dalam Katagori Rusak

Sepanjang 1.417 Km Jalan di NTB Dalam Katagori Rusak

Jalan rusak yang ditanami pohon pisang di jalan provinsi yang berlokasi di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat. (dok: wartaone)

Mataram – Tingkat kemantapan ruas jalan provinsi di NTB hanya 75,31 kilometer dari total panjang jalan mencapai 1.493 kilometer. Artinya, masih ada sekitar 1.417,69 kilometer jalan yang berada dalam kondisi tidak mantap atau mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim NTB, Rijali Amin, mengatakan jika dilihat dari sebarannya, kerusakan jalan paling banyak terjadi di Pulau Sumbawa, lantaran ruasnya jauh lebih panjang dibandingkan jalan di Pulau Lombok.

“Untuk di Sumbawa itu sekitar 940 kilometer, sementara di Lombok sekitar 500 kilometer. Jadi memang kerusakan paling banyak ada di Pulau Sumbawa,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi penyebab kerusakan jalan, mulai dari kondisi alam seperti curah hujan tinggi, longsor, alih fungsi lahan. Kemudian aktivitas kendaraan berat yang melebihi batas maksimal muatan.

“Bisa jadi faktor alam, alih fungsi lahan, kemudian ada beberapa karena lalu lintas yang berat, terus juga longsoran juga itu,” katanya.

Jepang Lirik Potensi Pariwisata Hingga Tenaga Kerja dari NTB

Kendati demikian, upaya perbaikan masih terkendala oleh keterbatasan anggaran. Hingga saat ini, alokasi anggaran untuk penanganan jalan di tingkat Bina Marga belum tersedia dan masih menunggu pergeseran anggaran.

“Kalau di bina marga sendiri masih nunggu pergeseran anggaran karena sekarang belum ada, masih nol,” jelasnya.

Sementara itu, anggaran yang tersedia saat ini lebih difokuskan pada pemeliharaan rutin melalui Balai Pemeliharaan Jalan.

Untuk wilayah Sumbawa dan Lombok, masing-masing hanya mendapat alokasi sekitar Rp 3,2 miliar, angka itu dinilai jauh dari cukup untuk menangani kerusakan jalan secara menyeluruh.

“Tapi kalau di balai pemeliharaan jalan Sumbawa itu Rp 3,2 miliar se pulau Sumbawa, di pemeliharaan jalan Lombok itu sama juga Rp 3,2 miliar,” ungkapnya.

BRIDA NTB Minta Inspektorat Audit Pabrik Pakan Mangkrak Era Zul-Rohmi

Dengan kondisi fiskal yang terbatas itu, Pemprov NTB kata Rijali untuk sementara waktu memprioritaskan pemeliharaan dasar seperti penambalan dan perbaikan ringan, agar ruas jalan tetap bisa dilalui oleh kendaraan.

“Jadi nanti bahwa sekarang ini karena fiskal yang sedang susah jadi mungkin fokusnya di pemeliharaan,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan