Pemerintahan
Home » Berita » Bukan Cuma Barang Tajam, Durian Juga Dilarang di Penerbangan Haji NTB

Bukan Cuma Barang Tajam, Durian Juga Dilarang di Penerbangan Haji NTB

Dari kiri ke kanan, Perwakilan Polda NTB Erwin Rachmat, Perwakilan Garuda Indonesia Chairul Fajar Harahap, Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhamad Amin, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Mataram Herman Nugraha, Kepala UPT Asrama Haji Kelas 1 Lombok Lalu Madhan, saat konferensi pers di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (dok: ril).

Mataram – Sebanyak 5.798 calon jemaah haji (CJH) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berangkat ke Tanah Suci dalam 15 kelompok terbang (kloter). Kloter pertama akan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita. Kemudian diberangkatkan ke Madinah sehari sehari setelahnya melalui Bandara Internasional Lombok.

Namun sebelum itu, sejumlah aturan telah disosialisasikan kepada para CJH agar keberangkatannya berjalan dengan lancar. Tak terkecuali barang bawaannya.

Perwakilan maskapai Garuda Indonesia, Chairul Fajar Harahap, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pesawat jenis Boeing 777-300ER dengan kapasitas 393 penumpang untuk mengangkut seluruh jemaah asal NTB.

“Kami menyiapkan 15 pesawat untuk berbagai embarkasi di Indonesia, terdiri dari 7 pesawat sewa dan 8 milik Garuda. Khusus Lombok, kami menggunakan pesawat milik Garuda sendiri,” ujarnya saat konferensi pers di Asrama Haji, Senin (20/4/2026).

Untuk kenyamanan proses penerbangan, Fajar berujar, seluruh jemaah dilarang membawa benda tajam saat boarding seperti pisau, gunting hingga korek api.

Disperindag NTB Telusuri Dugaan Penimbunan Gas Melon

“Kami juga melarang membawa makanan bau menyengat seperti durian,” kata Fajar.

Selain itu jemaah juga dilarang membawa barang dalam jumlah berlebihan, seperti rokok, yang maksimal diperbolehkan sekitar 100 batang untuk penerbangan internasional. Hal itu dikarenakan, proses pemeriksaan di bandara tujuan seperti Jeddah dan Madinah jauh lebih ketat.

“Barang-barang seperti mainan berbentuk senjata, serta oleh-oleh berupa tanah atau batu dari Arab Saudi, dipastikan tidak diperbolehkan. Semua barang akan melalui screening ketat,” ujarnya.

Fajar mengatakan Pesawat Boeing 777-300ER dijadwalkan tiba di Lombok pada 20 April pukul 17.45 WITA untuk menjalani inspeksi dan persiapan. Sementara itu, penerbangan perdana jemaah haji direncanakan berangkat pada 22 April 2026.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Kekarantinaan Mataram, Herman Nugraha mengimbau para jamaah untuk tidak membawa makanan basah atau yang tidak diproduksi oleh perusahaan berstandar.

Inspektorat Bentuk Tim Audit Pabrik Pakan Mangkrak di BRIDA NTB

“Nanti kami screening makanan jemaah saat masuk asrama, tidak boleh membawa makanan tradisional seperti sambal berlebihan, makanan tidak ada stempel,” kata Herman.

Lebih lanjut tutur Herman, untuk makanan kering seperti biskuit tetap diperbolehkan karena memiliki masa kedaluarsa yang panjang, namun tetap akan melalui proses screening dari petugas kesehatan yang berjaga.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah tidak mengalami keracunan akibat makanan dari luar. Ada pun proses pemantauan makanan yang dibuat oleh petugas di asrama, akan melalui pemantauan yang ketat dan pengecekan dari petugas kesehatan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan makanan yang disajikan, termasuk minuman, diperiksa secara khusus untuk memastikan makanan itu aman dari bakteri,” pungkasnya.

Berikut daftar kloter jemaah haji NTB, antara lain:

Duka di Tengah Persiapan Haji NTB: 1 Jemaah Wafat, Pengganti Disiapkan

  1. Lombok Timur 387 orang
  2. Lombok Tengah 387 orang
  3. Lombok Barat 387 orang
  4. Kabupaten Bima 387 orang
  5. Kota Mataram 387 orang
  6. Lombok Timur 387 orang
  7. Lombok Tengah 387 orang
  8. Lombok Barat 388 orang
    9..Lombok Timur 388 orang
  9. Kota Mataram 388 orang
  10. (Campuran) Kabupaten Bima Kota Bima, Dompu 388 orang
  11. (Campuran) Lombok Timur, Lombok Tengah 388 orang
  12. (Campuran) Kota Bima, Sumbawa Barat, Lombok Utara 388 orang
  13. (Campuran) Kabupaten Bima, Sumbawa 388 orang
  14. (Campuran) Lombok Timur Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat dan Sumbawa Barat 355 orang. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan