Mataram – Sebanyak 147 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat belum beroperasi kembali setelah disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Jumlah tersebut merupakan bagian dari 360 unit yang diberhentikan sementara operasionalnya, lantaran sebagian besar terkendala terkait infrastruktur instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sertifikat laik higienis sanitasi (SLHS).
Namun, terdapat 234 unit dari total jumlah yang ditutup sementara itu telah diizinkan untuk beroperasi kembali, karena telah mengantongi IPAL dan SLHS.
Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, menjelaskan 147 unit itu juga beberapa diantaranya disuspend karena mengalami kejadian menonjol, seperti kasus keracunan makanan.
“Yang disuspend itu secara keseluruhan karena IPAL dan SLHS itu 126, tapi ada juga kejadian menonjol lainnya, jadi totalnya 147. Jumlah SPPG di NTB 781, penerima manfaatnya sekitar 1,8 juta orang,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/4/2026).
Eko menjelaskan, masa suspend tersebut tidak dibatasi waktu tertentu. Operasional baru bisa dibuka kembali setelah seluruh perbaikan dipenuhi oleh pengelola dapur di lapangan.
“Kalau suspend itu kan di dalam suratnya dalam waktu yang tidak dapat ditetapkan. Selama dia sesegera mungkin melakukan perbaikan kita cabut segera. Tapi kalau lama, lama juga,” jelasnya.
Maka dari itu, Eko mendorong pihak mitra atau yayasan pemilik dapur dapur dapat segera melakukan perbaikan layanan, terutama dalam memenuhi syarat IPAL dan SLHS.
“Nah itu kita harus dorong. Dorongnya dari rekan-rekan yang di wilayah, kemudian dari pemerintah juga perlu mendorong juga sih. Tapi tetap yang mendorong itu adalah kita dari BGN sebenarnya,” katanya.
Lantaran lanjut Eko, konsekuensi dari SPPG yang ditutup itu menyebabkan ratusan penerima manfaat dari setiap unit tidak dapat dibagikan hidangan MBG. Selain itu, mitra juga tidak berhak menerima insentif sebesar Rp 6 juta perhari selama masa suspend.
“Harapannya kan biar segera penerima manfaat juga tetap dapat MBG lah kembali gitu ya. Karena kan itu harus komitmen juga mitra yayasan untuk memperbaiki fasilitas kan gitu,” tandasnya. (ril)


Komentar