Peristiwa
Home » Berita » Kajur PGSD Unram Sebut Almarhum Nadya Dikenal Ceria dan Aktif Bersosialisasi

Kajur PGSD Unram Sebut Almarhum Nadya Dikenal Ceria dan Aktif Bersosialisasi

Mataram — Kepala Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram), Muhammad Tahir mengenang sosok almarhumah Nadya Dwi Rahmadhany sebagai mahasiswa yang dikenal baik, ceria, dan aktif selama menjalani perkuliahan di PGSD Unram.

Menurut Tahir, terakhir kali dirinya bertemu Nadia saat mahasiswa semester enam itu berdiskusi mengenai mata kuliah muatan lokal bersama teman-temannya.

“Jadi dia ini baik dan ceria sekali, terakhir saya ketemu ngobrol itu ketika diskusi mata kuliah dia, mata kuliah muatan lokal, dengan teman-temannya ngobrol sama saya. Anaknya ceria dan rajin,” katanya kepada Wartaone, Selasa (19/5/2026).

Tahir mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar Nadia meninggal dunia. Ia bahkan langsung menuju rumah sakit hingga mendatangi sekolah tempat korban menjalani program asistensi mengajar.

Ia menjelaskan, Nadia saat ini sedang menempuh semester enam, baru mengajukan judul skripsi, dan tengah mengikuti program asistensi mengajar di SDN 23 Mataram.

Polisi Temukan Dugaan Tindak Pidana pada Kasus Meninggalnya Mahasiswi Unram

“Sehingga tiba-tiba saya dengar tadi pagi itu, saya terkejut dan langsung ke rumah sakit, kemudian ke sekolah tempat dia semester 6, dan sedang mengikuti asistensi mengajar di SD 23 Mataram,” ujarnya.

Tahir juga mengatakan pihak kampus masih menunggu hasil resmi autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian mahasiswinya tersebut. Ia mengaku penasaran lantaran merasa ada sejumlah hal janggal dari kondisi korban.

“Sudah diotopsi, cuman hasil belum tahu. Saya rencananya besok saya ketemu dengan Dekan Kedokteran, dokter Arfi, di sana mungkin saya bisa dapat hasilnya,” ucapnya.

Di mata teman-temannya, Nadya dikenal mudah bergaul dan tidak pernah memiliki persoalan di lingkungan kampus. Korban disebut aktif bersosialisasi dan terbuka dengan siapa saja.

“Dia dikenal baik dengan teman-temannya, tidak pernah ada masalah dengan temannya, dia juga turut aktif berasosiasi dengan temannya, aman-aman saja,” katanya.

Polisi Cek Colokan Listrik Milik Mahasiswi Unram yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos

“Dia anak yang terbuka, makanya tadi teman-temannya cerita, pas dia sebelum meninggal, teman-temannya cariin dia, ditelepon, di-video call,” sambungnya.

Sebagai bagian dari civitas akademika Unram, Tahir menyebut pihak kampus telah melakukan penggalangan dana dan menyerahkannya kepada keluarga korban. Namun ia juga berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kampus sudah melakukan penggalangan dana, dan langsung berikan ke bapaknya. Banyak pertanyaan saya terkait meninggalnya Nadia, terus terang saya melihat kondisi mayatnya ini, ada sesuatu yang janggal,” tutupnya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, mengungkap adanya dugaan tindak pidana pada kasus meninggalnya Nadya di kaosnya.

Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, mengatakan bahwa, berdasarkan hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Geger, Mahasiswi PGSD Unram Ditemukan Tewas di Kamar Kos

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, termasuk hasil autopsi yang kami terima, terdapat dugaan yang mengarah pada unsur tindak pidana,” kata Lutfi kepada WartaOne melalui keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui proses penyelidikan secara menyeluruh.

Untuk itu, seluruh penanganan perkara dan berkas terkait kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram guna melanjutkan proses penyelidikan.

“Kasus ini telah kami serahkan ke Satreskrim Polresta Mataram untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna membuktikan dugaan unsur pidana tersebut,” bebernya.

Lutfi mengatakan, jenazah korban saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga melalui Polsek Selaparang. Penyerahan berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram dan diterima langsung oleh ayah kandung korban sebelum jenazah dibawa pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Hari ini kami telah menyerahkan jenazah NDR kepada pihak keluarga yang diterima langsung oleh ayah korban. Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Kecamatan Jereweh,” ujar Kapolsek.

Sebelumnya, NDR ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kota Mataram, pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 Wita. Sontak kejadian itu membuat warga sekitar geger.

Setelah menerima laporan masyarakat, Polsek Selaparang bersama tim identifikasi langsung melakukan evakuasi dan penanganan awal di tempat kejadian perkara.(Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan