Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari solusi atas krisis air bersih yang selama puluhan tahun melanda wilayah pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Salah satu langkah yang dijajaki adalah pemanfaatan teknologi nuklir untuk memetakan potensi sumber air bawah tanah.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dengan Kepala BRIN, Arif Satria beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan itu, Iqbal meminta BRIN melakukan riset dan pemetaan sungai bawah tanah yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat.
Iqbal mengatakan, gagasan tersebut berangkat dari pengalamannya saat bertugas di tingkat internasional dan menyaksikan pemanfaatan teknologi nuklir untuk kepentingan kemanusiaan, khususnya dalam pemetaan sumber daya air.
“Pada tahun 2011 ketika saya menjadi wakil gubernur (perwakilan) pada Badan Tenaga Atom Internasional, saya menyampaikan kepada dunia internasional tentang keberhasilan BATAN (sebelum melebur ke BRIN) melakukan pemetaan aliran sungai bawah tanah dengan memanfaatkan teknologi nuklir, yang pada saat itu didukung oleh pemerintah Jerman,” ujar Iqbal dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi dasar untuk mendorong kerja sama dengan BRIN guna mencari sumber-sumber air yang selama ini belum teridentifikasi secara optimal di NTB.
“Hal itu menginspirasi saya mengajak BRIN untuk membantu kami mencari solusi bagi masyarakat kami yang sudah sekian puluh tahun mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” katanya.
Eks Dubes RI untuk Turki itu menilai pendekatan berbasis riset dan teknologi perlu ditempuh untuk menyelesaikan persoalan air yang selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat di kawasan selatan NTB. Ia berharap pemetaan yang dilakukan nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyiapkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diinisiasi Pemprov NTB.
“Ini enaknya kalau punya Gubernur yang visioner,” ujar Arif.
BRIN dijadwalkan akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut pada Juli mendatang. Tahapan lanjutan akan difokuskan pada pembahasan teknis dan pematangan rencana riset yang diusulkan Pemprov NTB.
Selain membahas penanganan krisis air, pertemuan tersebut juga menyinggung potensi kerja sama riset di sektor perikanan. Pemprov NTB meminta dukungan BRIN dalam pengembangan budidaya ikan karang bernilai ekonomi tinggi guna meningkatkan daya saing sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan. (ril)


Komentar