Mataram – Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan aksi unik seorang warga yang melakukan aksi tabur bunga di halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Senin sore (20/7/2026).
Aksi itu dilakukan beberapa jam setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) pada Senin pagi.
Video yang diunggah oleh akun @Junaidi Junet Lobar di media sosial Facebook itu memperlihatkan seorang pria lanjut usia mengenakan kemeja putih polos dan peci hitam menaburkan bunga di halaman Kantor Bupati Lombok Barat. Ia tidak sendirian, beberapa orang yang berada di lokasi terlihat mendampingi, merekam video, sekaligus mengarahkan jalannya aksi tabur bunga tersebut.
Sebelum menaburkan bunga, pria tersebut menyampaikan dukungannya terhadap langkah KPK dalam memberantas korupsi. Ia juga mengaku bersyukur atas operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh lembaga antirasuah itu.
“Terima kasih sore ini kami sebagai warga Lombok Barat menabur bunga di depan kantor bupati Lombok Barat dalam rangka kami mengucapkan syukur kepada KPK dalam rangka memberantas korupsi. Kami sangat mendukung KPK, oleh karena itu sore ini kami menabur bunga,” ucapnya dalam video.
Usai menaburkan bunga, pria itu kembali menyampaikan harapannya agar KPK terus mengusut praktik korupsi, khususnya di Kabupaten Lombok Barat.
“Kami dukung kinerja KPK, silakan berantas semua korupsi yang ada di NTB khususnya Lombok Barat. Kami solidaritas masyarakat Lombok Barat mengucapkan terima kasih kepada KPK,” katanya.
Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan di Nusa Tenggara Barat terkait dugaan korupsi proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim penyidik mengamankan 19 orang termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dalam operasi tersebut. Seluruhnya sempat menjalani pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat.
“Dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang, yang kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat,” kata Budi.
Dari 19 orang yang diamankan, tujuh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Salah satu yang dibawa adalah Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
Selain itu, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah dan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
KPK menyebut dugaan tindak pidana korupsi itu berkaitan dengan penerimaan oleh bupati terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
“Perkara ini diduga terkait adanya penerimaan oleh bupati berkenaan dengan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Lombok Barat,” pungkas Budi. (ril)


Komentar