Mataram – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, menyebut operasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) membutuhkan dukungan modal usaha agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh koperasi nelayan.
Ia mengatakan saat ini terdapat KNMP yang dibangun di NTB. Empat di antaranya telah siap beroperasi, yakni di Ekas Buana, Teluk Santong, Pulau Bungin, dan Bintaro. Sementara KNMP Labuan Sangoro masih dalam tahap penyelesaian, sedangkan KNMP di Desa Jala, Kabupaten Dompu, progres pembangunannya baru mencapai sekitar 56 persen.
“Sebenarnya dari sisi kesiapan sarana dan prasarananya sudah oke. Cuma yang belum ini adalah mereka butuh modal. Kemarin KKP menyampaikan bantuan itu direncanakan pada September, jadi kita tunggu dulu seperti apa,” kata Muslim, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kebutuhan modal tersebut diperlukan karena pengelolaan KNMP dilakukan melalui koperasi nelayan yang harus memiliki kegiatan usaha atau core business agar mampu menjalankan operasional secara berkelanjutan.
Pemprov NTB, lanjut Muslim, membuka peluang pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTB Syariah. Namun, pengelola koperasi terlebih dahulu harus memiliki perencanaan bisnis yang matang agar dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan perbankan.
“Pak Gubernur juga sudah menawarkan, kalau mau kami beri KUR melalui Bank NTB. Persoalannya sekarang adalah kesiapan koperasi menyusun business plan sehingga memudahkan mereka mendapatkan akses pinjaman modal di perbankan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, penyusunan business plan menjadi faktor penting karena setiap pengajuan pembiayaan akan dinilai berdasarkan kelayakan usaha dan analisis risiko.
“Kalau saya boleh sarankan, kita harus memastikan dulu core business mereka itu apa. Kalau sudah dihitung dengan baik, maka pihak perbankan akan lebih mudah memberikan pinjaman,” tegasnya.
Muslim mengungkapkan sejumlah pengelola koperasi KNMP bahkan telah mengajukan pembiayaan ke Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), termasuk koperasi di KNMP Ekas Buana, Lombok Timur.
Menurutnya, pengurus koperasi KNMP juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari KKP maupun Kementerian Koperasi untuk memperkuat kapasitas SDM pengelola usaha tersebut.
Ia menambahkan, setiap KNMP memiliki peluang dan kewenangan untuk mengembangkan berbagai usaha sesuai potensi wilayah masing-masing, seperti penyediaan es untuk nelayan, jasa penyimpanan ikan melalui cold storage, hingga menjadi off-taker hasil tangkapan nelayan.
“Fasilitasnya sudah dibangun oleh KKP. Tinggal sekarang bagaimana mereka menentukan skala prioritas usahanya, apakah menjual es, mengelola cold storage, atau menjadi penampung hasil tangkapan nelayan,” tandas Muslim. (ril)


Komentar