Pemerintahan
Home » Berita » Desa Pelemabik Manfaatkan Rp300 Juta Dana Desa Berdaya untuk Usaha Peternakan

Desa Pelemabik Manfaatkan Rp300 Juta Dana Desa Berdaya untuk Usaha Peternakan

Lombok Tengah – Pemerintah Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, memanfaatkan bantuan Program Desa Berdaya Tematik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp300 juta untuk membangun usaha peternakan sapi dan ayam petelur.

Namun saat ini, dana tersebut masih menunggu proses pencairan. Proposal yang diajukan Desa Pelambik telah diterima dan diverifikasi oleh Dinas Peternakan Provinsi NTB.

Kepala Desa Pelambik, Jumasan, mengatakan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi. Pihaknya kini tinggal menunggu informasi pencairan dari pemerintah provinsi.

“Kemarin sudah kita pengajuan ke Pemerintah Provinsi, sudah dilanjutkan ke Dinas Peternakan Provinsi, tapi tinggal kita menunggu pencairan. Sudah diklarifikasi, proposalnya sudah dicek, sudah benar,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, anggaran Rp300 juta itu akan digunakan untuk pengembangan usaha peternakan karena sektor itu dinilai menjadi potensi utama desa. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan sapi, ayam petelur, pembangunan kandang, serta kebutuhan pendukung lainnya sesuai rencana anggaran yang telah disusun.

Realisasi Investasi NTB Semester I 2026 Capai 51,26 Persen

“Programnya Rp300 juta, tapi kita untuk beternak sapi dengan ayam petelur,” tegasnya.

Menurut Jumasan, peruntukan anggaran tersebut telah dibagi yakni Rp150 juta untuk pengembangan ternak sapi kemudian Rp150 juta lainnya untuk ayam petelur. Ia juga menegaskan penggunaan anggaran telah dirinci dalam proposal yang diajukan ke Pemerintah Provinsi NTB.

“Kalau pembagian itu mungkin sama-sama 50 persen, 50 persen lebih kurang itu. Untuk sapi 50 persen, untuk ayam petelur 50 persen yang dari 300 juta itu. Karena kita kemarin sudah ngajukan begitu,” tuturnya.

Program tersebut nantinya akan melibatkan masyarakat yang memiliki kemampuan dan komitmen dalam mengelola usaha peternakan. Pemerintah desa juga menyiapkan pendamping agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

“Program nanti kita libatkan masyarakat yang betul-betul mau bekerja. Karena ini tanggung jawabnya yang penting. Makanya kita tidak mau main-main dengan program ini,” jelasnya.

Kepala UDD PMI Lombok Barat Diminta Mundur Gegara Rangkap Jabatan

Ia menambahkan, lokasi usaha peternakan juga telah disiapkan. Jumasan menyebut pihaknya tinggal menunggu dana program tersebut masuk ke rekening desa sebelum memulai pelaksanaan program.

“Lokasi sudah kita siap. Tinggal kalau sudah keluar dana langsung kita action, kita bekerja,” ucapnya.

Jumasan menilai Program Desa Berdaya Tematik yang menjadi program unggulan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri menjadi angin segar bagi desa yang memiliki 2.501 kepala keluarga itu.

Pasalnya, desa kini menghadapi
keterbatasan anggaran setelah pemerintah pusat melakukan efisiensi Dana Desa.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Desa Pelambik menerima Dana Desa dari pemerintah pusat sekitar Rp1 miliar lebih. Namun, tahun ini jumlahnya turun menjadi sekitar Rp300 juta lebih sehingga berdampak terhadap sejumlah program pembangunan.

“Ya kita bersyukur. Karena programnya dulu itu kan kita ada yang tersendat program yang dari DD-nya dulu kan, yang Praya Barat Daya khususnya, itu ada yang tidak dicairkan sebagian. Karena terlambat untuk penggunaan anggaran itu,” ungkapnya.

Pertumbuhan Ekonomi NTB Triwulan II 2026 Capai 7,41 Persen

Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut bahkan memengaruhi operasional pemerintah desa. Insentif kader posyandu harus dikurangi dan gaji perangkat desa belum dapat dibayarkan selama dua bulan terakhir karena keterbatasan kemampuan keuangan desa.

“Dulu kader posyandu itu kita anggarkan Rp150 ribu untuk insentifnya, sekarang karena dananya tidak cukup, akhirnya kita kasih Rp100 ribu. Bahkan sampai sekarang kita di Pemdes itu sudah dua bulan ini staf belum terima gaji kita,” kata Jumasan.

Karena itu, ia berharap pencairan Program Desa Berdaya Tematik dapat segera dilakukan agar usaha peternakan yang telah dirancang bisa langsung dijalankan dan menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kita kan sekarang kan dilihat dari jumlah kepala dusun. Kan di Pelambik kan 17 kepala dusun. Kalau itu dibagi-bagi itu sudah berapa? Belum pembangunan ini,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan