Mataram – Pemprov NTB resmi melakukan rebranding terhadap “NTB Mall” menjadi “Bale Kita” sebagai upaya memperkuat promosi dan pemasaran produk unggulan di daerah. Perubahan tersebut diharapkan menjadi langkah baru dalam membangun ekosistem yang lebih kuat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin lokal.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Bale Kita bukan sekadar pergantian nama dari NTB Mall. Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ruang promosi yang lebih representatif sekaligus memperkuat identitas produk lokal NTB.
“Yang menarik dari Bale Kita adalah kata KITA yang bermakna autentik. Seluruh produk yang dipamerkan di sini merupakan hasil karya asli para pengrajin NTB, bukan produk pabrikan,” ujarnya saat peresmian, Rabu (8/7/2027).
Menurut Iqbal, seluruh produk yang dipasarkan di Bale Kita merupakan hasil karya masyarakat NTB, mulai dari tenun, kerajinan tangan, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Pemerintah ingin memastikan setiap produk yang ditampilkan memiliki nilai keaslian dan menjadi representasi kreativitas daerah.
“Kita ingin masyarakat mengetahui bahwa semua produk yang ditampilkan di sini benar-benar lahir dari tangan para pengrajin NTB. Tidak ada satu pun produk pabrikan,” katanya.
Ia menjelaskan, Bale Kita hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM yang selama beberapa bulan terakhir belum memiliki ruang promosi tetap. Dengan hadirnya Bale Kita, para pelaku usaha kembali memiliki etalase untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat maupun wisatawan.
Meski demikian, keterbatasan ruang pamer membuat pemerintah menerapkan sistem rotasi produk secara berkala. Langkah ini dilakukan agar lebih banyak pelaku UMKM mendapatkan kesempatan yang sama untuk memasarkan produknya.
Selain itu, Pemprov NTB juga tengah menyiapkan platform digital yang akan terintegrasi dengan Bale Kita. Melalui sistem tersebut, produk UMKM yang tidak sedang dipajang secara fisik tetap dapat dipasarkan secara daring.
“Dengan adanya versi online, seluruh produk akan tetap bisa diakses masyarakat, sementara di Bale Kita produk akan ditampilkan secara bergantian,” jelas Iqbal.
Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan perubahan nama menjadi Bale Kita dilandasi keinginan menghadirkan konsep rumah bersama bagi seluruh pengrajin dan pelaku UMKM NTB.
Menurutnya, istilah “mall” dinilai kurang merepresentasikan fungsi ruang tersebut sebagai wadah bagi produk kerajinan dan karya lokal.
“Bale Kita kami harapkan menjadi etalase utama produk kerajinan terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di NTB,” ujarnya.
Sinta menegaskan sistem kurasi yang diterapkan di Bale Kita bukan untuk membatasi pelaku usaha, melainkan menjaga kualitas produk yang dipasarkan. Setiap UMKM tetap memiliki kesempatan mengikuti proses seleksi, sementara produk yang memenuhi standar tertentu akan mendapatkan ruang promosi yang lebih strategis.
Untuk memberikan kesempatan yang merata, Bale Kita akan menerapkan rotasi produk setiap tiga bulan untuk kategori produk sejenis yang telah lolos kurasi. Produk yang tidak sedang dipajang tetap dapat dipasarkan melalui toko daring Bale Kita.
Selain memperkuat pemasaran digital, pemerintah juga menyiapkan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari bandara, pusat perbelanjaan modern, hingga jaringan ritel nasional. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar produk-produk UMKM NTB.
“Semoga Bale Kita menjadi rumah bagi kreativitas para pengrajin dan UMKM NTB serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (ril)


Komentar