Lombok Barat – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung me olehnyisir pelosok Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (25/6/2026). Langkah ini dilakukan demi memastikan program unggulannya, ‘Desa Berdaya’ benar-benar mendarat tepat sasaran di tangan warga yang membutuhkan.
Iqbal sempat berdialog langsung dengan masyarakat setempat. Baginya, melihat langsung kondisi lapangan adalah harga mati agar intervensi pemerintah tidak salah sasaran.
“Melalui kunjungan seperti ini kita tahu kondisi yang sebenarnya. Sehingga ada saja tambahan program yang harus kita lakukan untuk memastikan seluruh ekosistem pemberdayaan ekonomi yang kita harapkan bisa selesai,” ujar Iqbal, Kamis (25/6/2026).
Iqbal menjelaskan program Desa Berdaya di Desa Mekarsari menyasar 115 kepala keluarga (KK) miskin ekstrem. Masing-masing KK mengantongi bantuan modal usaha sebesar Rp 7 juta. Tak hanya itu, sekitar 19 KK lainnya yang mendapat bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sehingga total penerima manfaat mencapai 134 KK.
Sorot Jalan Sempit
Iqbal mengaku perbaikan jalan utama menuju Desa Mekarsari menjadi hal utama yang menjadi keluhan warga. Karena, beberapa warga kesulitan membawa hasil kebun untuk dijual ke Kota Mataram.
Karena, untuk mencapai SDN 4 Mekarsari, warga harus melewati akses jalan yang ekstrem, terjal, sempit, dan rusak parah.
Menurut Iqbal, kondisi jalan ini, mustahil pemberdayaan ekonomi bisa sukses jika urat nadi transportasinya lumpuh. Infrastruktur yang hancur membuat petani merana karena kesulitan mengangkut hasil bumi ke pasar.
“Jalan di Mekarsari, terutama menuju Dusun Malaka, memang menjadi salah satu kendala utama. Karena itu, salah satu intervensi yang perlu kita selesaikan adalah akses jalannya,” tegas pria asal Lombok Tengah ini.
Iqbal menilai perbaikan jalan ini bersifat mendesak. Pasalnya, jalan yang layak tidak hanya mendongkrak ekonomi, tetapi juga krusial untuk akses pendidikan hingga kelancaran program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungannya, Iqbal menyambangi kediaman Maas dan Maskiah, pasangan suami istri lansia berusia sekitar 70 tahun. Rumah pasutri senja ini terpilih sebagai salah satu penerima bantuan bedah rumah (RTLH) sekaligus modal usaha Desa Berdaya.
Di hadapan warga yang berkumpul, Iqbal menegaskan bahwa program Desa Berdaya yang sempat ia gaungkan merupakan komitmen nyata, bukan sekadar bualan politik.
“Ini bukan janji. Kita sudah turun dan programnya sudah berjalan. Salah satunya Desa Berdaya, di mana 115 KK langsung mendapatkan dukungan modal dan pendampingan agar setiap keluarga memiliki sumber penghasilan,” tegas Iqbal
Terkait urusan jalan rusak menuju Dusun Malaka, Iqbal berjanji tidak akan menutup mata. Pemprov NTB akan berkolaborasi ‘mengeroyok’ anggaran dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga lembaga sosial di luar dana Desa Berdaya.
“Yang jelas ini akan kita keroyok bersama-sama sampai selesai. Kita carikan sumber pendanaan yang memungkinkan agar persoalan jalan ini bisa segera ditangani,” lugasnya.
Kepala Desa Mekarsari Faizul Bayani mengatakan ada tiga titik jalan utama ke pemukiman warga butuh perbaikan mendesak. Masing-masing panjang jalan sekitar 950 meter dari jalan utama, 1,5 km ke wilayah perkampungan warga.
“Terkait perbaikan jalan. Bukan hanya di dusun Malaka, tapi semuanya ada tiga titik ini,” ujarnya.
Faizul meminta kepada pemerintah untuk segera mencari solusi terbaik untuk melakukan perbaikan jalan akses utama warga.
“Artinya dengan pemotongan dana desa ini enggak bisa juga. Adanya pangkas dana desa ini kita enggak bisa gerak, enggak bisa tercover,” tegas Faizul.(ril).


Komentar