Mataram — Sidang lanjutan dugaan gratifikasi memunculkan fakta menghebohkan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, Baiq Isvie Rupaeda, ternyata mengetahui bahwa anggota DPRD Lalu Arif Rahman Hakim, menerima gratifikasi, namun bimbang untuk memberikan arahan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ema Muliawati, menanyakan kepada saksi Isvie apakah ia selaku pimpinan tahu terkait ada bagi-bagi uang.
Isvie menjawab, bahwa ia mengetahui dari anggota Komisi II Lalu Arif Rahman, bahwa ada anggota DPRD menolak uang namun mau program, yang dari saudara Suhaimi anggota Komisi I.
“Saya awalnya tahu bagi-bagi uang itu, Pak Arif menyampaikan kepada saya bahwa, saudara Bram tidak mau menerima uang, uang dikasih oleh saudara Suhaimi.”
“Ada terinfo ada anggota dewan yang lain menerima uang?” tanya JPU.
Ia menerangkan hanya mendapatkan informasi dari Lalu Arif, dan Isvie menyebutkan bahwa tak satupun anggota ada yang mengakui bahwa ada menerima uang.
“Satupun tidak ada yang mengakui waktu itu, taunya dari media,” jawab Isvie.
Ema kemudian menanyakan bahwa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ia menyebutkan bahwa Lalu Arif menerima uang.
“Dari mana saksi tahu kalau saudara Arif menerima uang?” tanya Ema.
Isvie kemudian menjawab, bahwa saudara Arif, politisi NasDem, mendatanginya ke rumah dan menerangkan bahwa ia telah menerima gratifikasi sebanyak Rp200 juta.
“Beliau langsung datang ke rumah saya menceritakan itu, jadi suatu saat dia datang ke rumah saya, menceritakan bahwa telah menerima uang 200 juta dari saudara Iju, lalu beliau mau mengembalikan ke saudara Iju.”
Isvie melanjutkan, bahwa tak sedikit pun ia berkomentar, karena menurutnya ia tidak bertanggung jawab dengan hal tersebut, sehingga ia hanya diam.
“Saya tidak bisa mengomentari apa-apa, karena saya ketua, saya tidak bertanggung jawab dengan hal-hal itu, saya diam saja.”
Hal tersebut, lanjut Isvie, membuatnya ragu untuk memberi arahan karena khawatir salah langkah.
“Karena mau suruh pulangkan salah, mau diamkan salah, saya diam saja. Saya tidak bisa nanti saya bilang apa pun, nanti salah,” tutup Isvie.(Zal)


Komentar