Lombok Tengah – Ribuan penonton MotoGP Mandalika 2026 mulai memadati akses menuju Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (11/10/2026). Lonjakan kendaraan membuat arus lalu lintas tersendat di sejumlah titik, bahkan mengular di bawah terik matahari.
Pantauan WartaOne sekitar pukul 09.00 Wita, antrean kendaraan terlihat mulai dari bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL) hingga kawasan The Mandalika. Kendaraan roda empat mendominasi arus lalu lintas yang bergerak perlahan.
Sejumlah pengendara tampak membunyikan klakson saat antrean kendaraan semakin panjang. Situasi tersebut memicu keluhan dari penonton yang hendak menyaksikan balapan di sirkuit.
Salah seorang pengendara asal Mataram, Nasri, menilai pengaturan lalu lintas menuju sirkuit belum berjalan optimal. Ia menduga kondisi tersebut terjadi karena pengaturan arus kendaraan yang kurang efektif.
“Kacau pengaturan lalu lintas ini,” ucap Nasri kepada WartaOne, Minggu (11/10/2026).
Tak hanya soal kepadatan kendaraan, Nasri juga mengeluhkan pemeriksaan stiker kendaraan yang menurutnya dilakukan berulang kali di sejumlah titik.
“Pengecekan striker terlalu sering, hampir tiga kali, mulai dari bundaran bandara terus lagi di cek bundaran the mandalika, pas masuk area sirkuit lagi dek,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan NTB, Chairy Chalidyanto, menyebut kondisi di jalur menuju sirkuit bukan kemacetan, melainkan kepadatan akibat meningkatnya volume kendaraan.
“Bukan macet, tapi padat. Kepadatan terjadi karena volume kendaraan bertambah yang akan menuju ke sirkuit,” jelas Chairy.
Ia mengatakan, pemeriksaan kendaraan juga diperketat untuk mengantisipasi penggunaan stiker palsu. Menurutnya, petugas menggunakan alat pemindai atau scanner untuk membantu proses pemeriksaan.
“Hari ini dilakukan pengetatan secara ketat kendaraan yang masuk ke sirkuit. Ditambah ada scanner terkait stiker untuk menghindari stiker palsu seperti tahun kemarin,” ungkapnya.
Untuk mengurai kepadatan, Dishub NTB bersama Dishub Lombok Tengah mengerahkan personel di sejumlah titik penyekatan.
“Kalau kami dari Dishub NTB dan Lombok Tengah menerjunkan tidak kurang dari 100 orang yang tersebar di beberapa pos penyekatan,” terang Chairy.
Dishub juga menyampaikan permohonan maaf kepada penonton dan pengguna jalan atas ketidaknyamanan selama pengaturan lalu lintas berlangsung.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” pungkas Chairy. (Zal).


Komentar