Mataram — Praktik peredaran obat keras tanpa izin kembali terbongkar di Lombok Timur. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Mataram mengamankan dua pria dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Masbagik, bersama puluhan butir tramadol yang beredar tanpa resep dokter.
Pengungkapan dilakukan di Desa Paok Motong, Selasa (21/4/2026). Dua terduga berinisial AS dan TX diamankan saat diduga terlibat dalam distribusi obat golongan keras yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat medis.
Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso, menjelaskan keduanya memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut.
“AS ini menerima barang, sementara TX yang menguasai atau pemiliknya,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Dari hasil OTT, petugas menyita sekitar 100 butir tramadol. Obat tersebut termasuk kategori Obat-Obat Tertentu (OOT) yang tidak boleh diperjualbelikan bebas tanpa resep dokter.
Yang menarik, pola transaksi dalam kasus ini diduga memanfaatkan media sosial. BBPOM menemukan indikasi pemesanan dilakukan secara daring, salah satunya melalui platform TikTok.
“Masih kami dalami, tapi ada indikasi pemesanan melalui media sosial. Ini yang sedang kami telusuri,” jelas Yogi.
Sementara itu, distribusi barang disebut dilakukan menggunakan jasa pengiriman. Pasokan tramadol diduga berasal dari luar daerah, dengan jejak awal mengarah ke wilayah Jawa Barat.
Untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, BBPOM kini berkoordinasi dengan tim siber pusat guna menelusuri asal barang hingga kemungkinan adanya pemasok utama.
Kedua terduga saat ini diamankan di kantor BBPOM Mataram dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Penanganan perkara juga melibatkan penyidik kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar penyalahgunaan tramadol yang kerap menyasar kalangan muda. Jika dikonsumsi tanpa pengawasan, obat ini berisiko menimbulkan ketergantungan hingga gangguan serius pada sistem saraf dan pernapasan.
BBPOM mengingatkan masyarakat agar tidak membeli obat dari jalur tidak resmi, terutama melalui media sosial. Penggunaan obat keras harus melalui resep dokter dan dibeli di fasilitas resmi.(Zal)


Komentar