Mataram – Proses pemulangan jemaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) musim haji 2026 telah tuntas dengan tibanya jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 di Embarkasi Lombok, Minggu (22/6/2026).
Tibanya kloter terakhir tersebut di Tanah Air menandai tuntasnya seluruh rangkaian operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji NTB tahun ini melalui Embarkasi Lombok.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Nusa Tenggara Barat (Kemenhaj NTB), Lalu Muhamad Amin, mengatakan Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang terdiri dari jemaah asal sejumlah kabupaten dan kota di NTB.
“Kloter 15 yang tergabung dari beberapa kabupaten, yaitu ada delapan kabupaten. Itu dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Jadi, kecuali KLU, Sumbawa, dan KSB,” ujar Lalu Amin.
Jumlah jemaah yang tiba bersama Kloter 15 sekitar 365 orang. Dengan kedatangan kloter terakhir tersebut, seluruh jemaah haji asal NTB yang tergabung dalam Embarkasi Lombok telah kembali ke Tanah Air.
“Dengan kedatangan jemaah dari Kloter 15 ini, maka dari Embarkasi Lombok telah berakhir proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji yang jumlahnya 5.864 orang,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah yang telah tiba di daerah asal diserahterimakan terlebih dahulu kepada pemerintah kabupaten dan kota sebelum kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
“Dalam prosesi kedatangan jemaah haji kita pada pagi hari ini menandakan bahwa seluruh rangkaian penyelenggaraan haji Embarkasi Lombok telah berakhir dan semua sudah kembali diterima oleh keluarga masing-masing melalui perwakilan, diserahterimakan kepada pemerintah daerah dan kota masing-masing,” tuturnya.
Meski seluruh kloter telah dipulangkan, masih terdapat empat jemaah haji asal NTB yang menjalani perawatan di Arab Saudi. Salah satunya merupakan jemaah dari Kloter 15 yang belum dapat dipulangkan karena dinyatakan tidak layak terbang.
“Kalau yang untuk saat ini satu orang, kemudian ada informasi sebelumnya itu ada juga tiga orang yang masih dirawat di sana,” ungkap Lalu Amin.
Menurutnya, pemerintah terus memantau kondisi para jemaah tersebut. Apabila kesehatan mereka membaik dan memungkinkan untuk dipulangkan melalui skema tanazul bersama jemaah dari provinsi lain, pemerintah akan menjemput mereka di Jakarta.
Di sisi lain, Kanwil Kemenhaj NTB mencatat total 12 jemaah haji asal NTB meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Sebanyak 11 orang wafat di Tanah Suci, sementara satu orang lainnya meninggal dunia di Tanah Air setelah sempat menjalani perawatan di RSUD NTB.
“Untuk sampai saat ini bahwa diketahui jemaah haji kita yang meninggal tidak ada perubahan. Yang di Tanah Suci ada 11 orang, kemudian di Tanah Air yang sempat dirujuk di RSUP itu satu orang, jadi totalnya ada 12 orang,” ungkapnya.
Lalu Amin memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, berlangsung lancar, aman, dan terkendali. Mayoritas jemaah juga kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat.
“Dari beberapa tahapan dalam proses penyelenggaraan sampai tahap fase pemulangan ini, semuanya berjalan lancar, semuanya aman, semuanya terkendali. Jemaah dapat kita pastikan tiba di tanah air dalam kondisi sehat dan dengan senyum bahagia,” katanya.
Ia berharap seluruh jemaah haji NTB yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci memperoleh predikat haji mabrur dan membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya.
“Insyaallah, semua jemaah haji kita mendapat predikat haji yang mabrur dan makbul,” tandasnya. (ril)


Komentar