Pemerintahan Peristiwa
Home » Berita » Tinjau Kelas Ambruk di SMAN 7 Mataram, Iqbal Soroti Proyek DAK Bermasalah

Tinjau Kelas Ambruk di SMAN 7 Mataram, Iqbal Soroti Proyek DAK Bermasalah

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat meninju kondisi gedung kelas ambruk di SMAN 7 Mataram. (dok: ril)

Mataram – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung kondisi gedung kelas di SMAN 7 Mataram yang ambruk dan menyebabkan empat siswa terluka, Selasa (19/5/2026).

Pada kesempatan itu, Iqbal menyoroti kondisi bangunan sekolah yang sudah tua dan belum diperbaiki selama hampir 20 tahun.

DI sisi lain, murid terpaksa masih menggunakan ruang kelas lama itu karena gedung baru hasil revitalisasi proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Dikbud 2024 belum dapat digunakan akibat tersandung persoalan hukum.

“Harusnya kalau ini tidak berkasus, tidak bermasalah, harusnya anak-anak ini sudah menggunakan kelas itu dari sejak tahun 2025,” ujarnya di lokasi, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pemerintah pusat sebenarnya telah mengalokasikan anggaran pembangunan gedung baru dan revitalisasi sekolah sejak 2024. Sebagian bangunan bahkan telah selesai diperbaiki.

Menteri PKP Targetkan 400 Ribu Rumah Tak Layak Huni Direnovasi pada 2026

Namun sebanyak 16 ruang kelas hingga kini tidak bisa digunakan karena masih berstatus barang bukti dalam proses hukum.

“Itu sebabnya mereka menggunakan yang gedung kelas lama ini,” ucapnya.

Akibat kondisi tersebut, siswa akhirnya tetap menggunakan bangunan lama yang usianya hampir dua dekade hingga salah satu atap kelas ambruk saat jam istirahat siang.

Pasca kejadian itu, Iqbal langsung meminta Dinas PUPRPKP NTB melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah, baik di SMAN 7 Mataram maupun sekolah lain di NTB.

“Saya sudah minta ke Kadis PUPR PKP untuk mengecek kondisi bangunan yang ini maupun bangunan yang lainnya dan memastikan itu aman,” tegasnya.

Atap Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk, 4 Siswa Terluka

Ia mengakui persoalan kerusakan bangunan sekolah di NTB masih cukup besar, sementara kemampuan fiskal daerah terbatas sehingga perbaikan selama ini lebih banyak dilakukan secara bertahap.

“Karena kondisi hampir seluruh kelas di se-NTB ini sebagian besar mengalami kerusakan yang sangat parah, anggaran dana itu tidak cukup juga,” tutur Iqbal.

Mantan Dubes RI untuk Turki itu juga menyoroti lemahnya tata kelola proyek infrastruktur pendidikan yang menyebabkan banyak gedung sekolah baru tidak bisa dimanfaatkan.

“Ini kan 16 kelas nganggur karena tata kelolanya yang buruk. Tata kelola keuangan, tata kelola infrastruktur pendidikan sangat buruk,” katanya.

Menurut Iqbal, kasus serupa tidak hanya terjadi di SMAN 7 Mataram. Ia menyebut terdapat puluhan sekolah di NTB dengan kondisi serupa, yakni gedung baru selesai dibangun namun tidak dapat digunakan karena tersangkut persoalan hukum.

Terungkap, Tersangka Kekerasan Seksual Santri di Loteng Diduga Aktif di Aplikasi Gay

“Puluhan sekolah kondisinya seperti ini. Sudah punya gedung baru tidak bisa dipakai karena kasus hukum,” ungkapnya.

Untuk mencari solusi jangka pendek, Iqbal berencana berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi NTB agar ruang kelas yang masih berstatus barang bukti dapat dipinjam sementara untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kalau bisa kita pinjam sementara untuk proses belajar mengajar biar bisa digunakan,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan