Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengenang sosok almarhum dr Lalu Herman Mahaputra atau dr Jack sebagai figur yang paling tepat memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB.
Hal itu disampaikan Iqbal saat menghadiri prosesi pemakaman dr Jack di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain, Kota Mataram, Rabu sore (11/3/2026).
Sebagaimana diketahui, jenazah dr Jack tiba di Lombok sekitar pukul 14.00 WIB setelah diterbangkan dari Jakarta pada pukul 11.00 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Lingkungan Karang Bedil depan Klinik Akasia, kemudian disolatkan di masjid setempat.
Ribuan pelayat dari berbagai kalangan mengiringi prosesi pemakaman. Hadir pula sejumlah pejabat daerah, jajaran RSUD NTB, pegawai Bapenda NTB, serta tokoh masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal mengaku kehilangan sosok yang selama ini ia nilai memiliki karakter kuat untuk mengemban tugas besar dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Ia mengungkapkan, sebelum menunjuk dr Jack sebagai Kepala Bapenda NTB, dirinya memikirkan cukup lama siapa figur yang paling tepat mengisi posisi tersebut.
“Saya baru saja menugaskan almarhum sebuah tugas yang sangat berat. Berbulan-bulan saya memikirkan siapa orang yang tepat untuk melaksanakan tugas itu, dan saya melihat karakter itu ada pada dr Jack,” ujarnya saat menyampaikan sambutan, sambil meneteskan airmata.
Menurutnya, saat pertama kali menawarkan jabatan tersebut, dr Jack sempat mempertanyakan alasan dirinya dipilih. Namun Iqbal menilai dr Jack adalah salah satu dari sedikit orang yang tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki posisi tersebut.
“Saya bilang, karena pak dokter salah satu dari sedikit orang yang tidak pernah menaruh harapan untuk berada di situ. Tapi beliau menjawab, bismillah miq gub, kalau itu penugasan saya akan lakukan,” katanya.
Iqbal juga mengungkapkan, selama menjabat Kepala Bapenda NTB, dr Jack dikenal sangat aktif melaporkan perkembangan pekerjaannya. Bahkan hampir setiap dua hari sekali ia menghubungi gubernur untuk menyampaikan progres yang telah dilakukan.
Terakhir kali, keduanya berkomunikasi pada Senin, tapat sehari sebelum dr Jack meninggal dunia.
“Hampir setiap dua hari beliau menelpon saya menyampaikan update apa yang sudah dilakukan. Hari Senin beliau menelpon saya, kaget karena saya di Jakarta dan meminta waktu untuk update mengenai apa yang sudah dilakukan,” tutur Iqbal.
Ia mengaku sebenarnya telah merencanakan untuk bertemu langsung dengan dr Jack di Jakarta pada malam hari setelah percakapan tersebut. Namun rencana itu tidak terwujud, lantaran dr Jack lebih dulu dipanggil menghadap Yang Maha Esa.
“Andaikan beliau tidak mendahului, malam itu harusnya saya berjumpa dengan beliau dalam keadaan sehat. Namun Allah berkehendak lain, beliau dipanggil,” ucapnya.
Gubernur Iqbal mengatakan kepergian dr Jack menjadi kehilangan besar bagi Pemerintah Provinsi NTB. Ia juga menyadari banyak pihak yang merasa belum siap berpisah dengan sosok yang dikenal enerjik dan penuh dedikasi tersebut.
“Saya tahu banyak orang yang merasa kehilangan. Saya sendiri juga merasa kehilangan. Tapi mari kita ikhlaskan kepergian almarhum,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Iqbal juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dr Jack yang selama ini telah memberikan dukungan penuh sehingga almarhum dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Mewakili Pemerintah Provinsi NTB, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada orang tua, istri, anak, dan keluarga yang selama ini sudah memberikan dukungan kepada dr Jack dalam melaksanakan tugas-tugasnya untuk kebaikan NTB,” tandas Iqbal.
Seperti diketahui, dr Jack meninggal dunia di Jakarta pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RS MMC Jakarta.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat NTB. Sosok yang selama ini dikenal aktif dan penuh semangat itu kini telah berpulang, meninggalkan kenangan serta jejak pengabdian bagi daerah. (ril)


Komentar