Ekonomi
Home » Berita » Ekonomi NTB Nomor Dua Nasional, Tumbuh 12,49 Persen

Ekonomi NTB Nomor Dua Nasional, Tumbuh 12,49 Persen

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, dalam Musrenbang Provinsi NTB 2026, Kamis, 16 April 2026 di Mataram. (dok: Diskominfotik NTB)

Mataram Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada akhir 2025 menunjukkan lonjakan tajam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan IV 2025 pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 12,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Angka ini melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,39 persen.

Capaian tersebut menempatkan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional setelah Maluku Utara yang tumbuh 29,81 persen.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, dalam Musrenbang Provinsi NTB 2026, Kamis, 16 April 2026 di Mataram.

Ia menyebut capaian ini sebagai hasil perbaikan signifikan dalam setahun terakhir. Ia mengingatkan bahwa pada Musrenbang tahun sebelumnya, NTB masih dibayangi kontraksi ekonomi.

“Data BPS menunjukkan adanya perkembangan dan perbaikan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025. Kalau Musrenbang 2025 lalu kami masih ingat betul kita masih mendiskusikan pertumbuhan yang kontraksi hingga di bawah nol atau minus,” ujarnya

Program Desa Berdaya Jadi Angin Segar untuk Desa di NTB

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi NTB sepanjang 2025 secara kumulatif juga menunjukkan tren positif dengan angka sekitar 3,22 persen. Namun, lonjakan paling terasa terjadi pada triwulan akhir yang melonjak hingga dua digit.

Berdasarkan data BPS, dari sisi produksi Restuardy menjelaskan lonjakan terbesar ditopang oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh sangat tinggi hingga 137,78 persen. Selain itu, sektor jasa keuangan dan asuransi tumbuh 28,12 persen, disusul perdagangan besar dan eceran 12,29 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum 11,17 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 103,11 persen secara tahunan.

Pada perbandingan triwulan (q-to-q), ekonomi NTB juga tetap tumbuh 3,97 persen, dengan sektor pertambangan dan penggalian mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 25,32 persen.

Restuardy menilai, lonjakan ekonomi NTB memiliki karakter berbeda dibanding Maluku Utara. Jika pertumbuhan Maluku Utara banyak ditopang oleh hilirisasi nikel, maka NTB mengalami dorongan kuat dari industri pengolahan yang berkembang pesat dalam setahun terakhir.

Musrenbang NTB 2026: Fokus Tekan Kemiskinan-Selaras dengan Program Pusat

Kondisi ini juga memperlihatkan pergeseran struktur ekonomi NTB yang tidak hanya bertumpu pada sektor primer, tetapi mulai diperkuat oleh aktivitas hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.

Dengan tren yang menguat, NTB dinilai berada dalam momentum bagus untuk menjaga konsistensi pertumbuhan, sekaligus memastikan dampaknya merata hingga ke sektor-sektor yang langsung menyentuh masyarakat.

“Ini berkat kerja bapak ibu semua, kalau musrenbang 2025 lalu kami masih ingat betul kita masih mendiskusikan pertumbuhan yang kontraksi hingga dibawah nol atua minus,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan