Pemerintahan Peristiwa
Home » Berita » Mori Tuding Ada Pihak Mau Dongkel Jabatan Ketua KONI NTB Imbas Porprov Ricuh

Mori Tuding Ada Pihak Mau Dongkel Jabatan Ketua KONI NTB Imbas Porprov Ricuh

Mataram – Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) NTB, Mori Hanafi menilai kegaduhan yang mewarnai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII NTB tahun 2026 sengaja dibesar-besarkan oleh pihak tertentu.

Menurutnya, insiden yang sempat terjadi hanya di beberapa nomor pertandingan pada sejumlah cabang olahraga (cabor), namun digiring seolah-olah menggambarkan seluruh penyelenggaraan Porprov kali ini kacau.

Mori bahkan tidak menampik adanya pihak yang diduga ingin mendongkel dirinya dari jabatan Ketua KONI NTB. Lantaran, isu tersebut dikaitkan dengan rencana pelaksanaan pemilihan Ketua KONI NTB baru yang menurut informasi akan digelar pada Agustus mendatang.

“Agak panas, iya. Saya ini orang politik, biasa-biasa aja. Kalau ada yang mau jadi Ketua KONI enggak apa-apa, asal dia punya duit 5 miliar ya udah enggak apa-apa. Ambil aja, enggak usah mau pusing,” kata Mori usai penutupan Porprov XII NTB 2026 di GOR Turida, Kota Mataram, Sabtu (25/7/2026).

Kendati demikian, Ketua DPW Partai NasDem NTB itu mengaku tidak mempermasalahkan apabila benar adanya pihak yang ingin maju memimpin KONI NTB. Namun, menurutnya, untuk memimpin organisasi holding seluruh cabor itu membutuhkan kesiapan finansial pribadi hingga Rp 5 miliar.

Iqbal Akan Panggil Pengurus KONI Buntut Kericuhan pada Porprov NTB 2026

“Saya udah bilang, ingat ya, mau jadi Ketua KONI buat hadapin PON harus punya uang 5 miliar, pribadi. Ya, jangan dia bilang punya uang punya uang nanti uangnya enggak ada, itu biasa begitu,” ucapnya.

Mori menilai pemberitaan selama Porprov berlangsung lebih banyak menyoroti insiden yang terjadi di beberapa cabor, sementara pelaksanaan pertandingan secara keseluruhan menurutnya berjalan dengan lancar.

Mori mengakui dari total 6.000 lebih pertandingan, hanya ada beberapa insiden yang terjadi pada cabang olahraga (cabor) bola voli, pencak silat, BMX, hingga drum band. Namun secara keseluruhan, Mori berujar, pesta olahraga terbesar di NTB itu berjalan sukses dan sportif.

“Ada 6.000 lebih pertandingan, cuma tiga yang masalah, 6.000 loh, ayo. Silat ada 75 nomor, satu yang masalah. Tapi waduh ributnya sedunia. Waduh katanya Mori gagal. Ini kan bukan soal itu,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga seperti bulutangkis, tenis meja, golf, tenis lapangan hingga soft tenis mampu menyelesaikan seluruh pertandingan tanpa persoalan. Namun, hal tersebut dinilai luput dari perhatian publik.

Kota Mataram Juara Umum Porprov NTB 2026 dengan Torehan 200 Emas

“Coba yang fair. Bulutangkis aman, tenis meja aman, golf aman, tenis lapangan, soft tenis aman semua,” tuturnya.

Mori juga menegaskan bahwa setiap cabang olahraga memiliki mekanisme penyelesaian sengketa masing-masing. Karena itu, menurutnya, tidak tepat apabila seluruh persoalan pertandingan langsung dibebankan kepada KONI NTB.

“Cabor itu punya otoritas. Tanggung jawab itu berjenjang. Jadi kalau ada persoalan, yang menyelesaikan lebih dulu adalah cabornya. Jangan sekonyong-konyong ada keributan lalu KONI yang disalahkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, sejumlah persoalan yang terjadi juga telah diselesaikan oleh masing-masing pengurus cabang olahraga. Bahkan lanjut dia, beberapa kejadian yang viral merupakan persoalan teknis yang tidak mencerminkan keseluruhan kualitas penyelenggaraan.

Meski mengakui masih terdapat persoalan yang harus dievaluasi dalam penyelenggaraan Porprov, Mori berharap penilaian publik terhadap ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu dilakukan secara proporsional dan tidak hanya berfokus pada insiden yang terjadi di sebagian kecil pertandingan.

NTB Masuk Empat Provinsi dengan Risiko Bencana Tertinggi di Indonesia

“Masa gara-gara itu rusak semua. Masa dianggap PON ini PON bermasalah? Ya bukan. Kita enggak tutup mata, tapi jangan lalu diframing, saya lihat di medsos. Kan dari kemarin saya bilang, karena ini orang mau merusak kita bukan di sini, diluar,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan