Mataram — Penangkapan target operasi (TO) pelaku penyalahgunaan narkoba di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, berujung ricuh. Seorang anggota Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda NTB, terluka setelah disabet parang saat hendak mengamankan target.
Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj membenarkan adanya penyerangan terhadap petugas dalam penindakan tersebut.
Ia juga mengatakan seluruh biaya perawatan korban, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat yang terdampak dalam kejadian itu, ditanggung Polda NTB.
“Seluruh biaya perawatan medis, baik untuk personel kami yang terluka maupun dari pihak masyarakat/kawanan pelaku, sepenuhnya ditanggung oleh Polda NTB,” katanya, Selasa (15/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu, Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda NTB yang dibantu personel Polsek Utan melakukan penyergapan terhadap TO berinisial P.
Dalam penggeledahan yang disaksikan ketua RT setempat, polisi menemukan narkotika jenis sabu dari saku celana target.
Situasi kemudian berubah ketika seorang pria berinisial P datang bersama sejumlah rekannya ke lokasi. Mereka membawa senjata tajam jenis parang dan melakukan penyerangan terhadap petugas.
Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa. Namun, serangan disebut tetap berlanjut hingga petugas harus melakukan perlawanan dan mundur dari lokasi.
Dalam kejadian tersebut, Kanit Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda NTB mengalami luka akibat sabetan parang.
Petugas kemudian melepaskan tembakan ke arah kelompok yang melakukan penyerangan. Akibatnya, terdapat korban yang terkena tembakan.
Sementara itu, barang bukti narkotika berupa paket sabu yang ditemukan saat penyergapan telah diamankan polisi.
Kepolisian kini masih melakukan pengembangan untuk mengusut aksi penyerangan terhadap petugas tersebut, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengerahan massa.(Zal)


Komentar