Mataram — Universitas Mataram (UNRAM) mendorong masyarakat Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, mengembangkan ubi kayu menjadi produk pangan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Program pengabdian kepada masyarakat itu menyasar Kelompok Dasa Wisma ARMAWA yang sebagian besar beranggotakan ibu rumah tangga. Ubi kayu yang sebelumnya lebih banyak diolah dengan cara direbus atau digoreng dikembangkan menjadi produk nugget.
Kegiatan tersebut dikemas melalui program Entrepreneurship melalui Peningkatan Nilai Ekonomi Ubi Kayu menjadi Nugget untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Lombok Timur.
Peserta tidak hanya diberikan pelatihan pembuatan produk, tetapi juga diperkenalkan dengan konsep kewirausahaan dan diversifikasi pangan.
Praktik dilakukan mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, pembentukan hingga menghasilkan nugget ubi kayu.
Sekretaris LPPM Universitas Mataram, I Wayan Sudiarta, mengatakan pemanfaatan potensi lokal menjadi produk olahan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat membuka peluang ekonomi baru.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya melihat ubi kayu sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai potensi usaha yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah,” kata Wayan Sudiarta, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, keterampilan pengolahan pangan perlu diikuti dengan kemampuan melihat peluang pasar agar produk yang dihasilkan dapat berkembang menjadi usaha masyarakat.
Hasil kegiatan menunjukkan peserta mulai mampu mengolah ubi kayu menjadi produk diversifikasi berupa nugget setelah mengikuti sosialisasi dan praktik.
Program tersebut juga berkaitan dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan, terutama peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya lokal.
Ke depan, pengembangan produk diarahkan pada penguatan kemasan dan branding agar nugget ubi kayu memiliki daya jual dan peluang pasar yang lebih luas.


Komentar