Pendidikan
Home » Berita » Desen Prodi Pendidikan Kimia Unram Kenalkan Teknologi AR Kepada Siswa SMAN 1 Praya

Desen Prodi Pendidikan Kimia Unram Kenalkan Teknologi AR Kepada Siswa SMAN 1 Praya

Foto : Tim pengabdian dosen Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Mataram memperkenalkan aplikasi teknologi Augmented Reality (AR) kepada siswa SMAN 1 Praya.

Praya – Dosen Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Mataram (Unram) memperkenalkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran kimia kepada para siswa SMAN 1 Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Langkah inovatif ini dilakukan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Penggunaan Aplikasi Augmented Reality untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Kimia Siswa Sekolah Menengah” tersebut berlangsung pada 23 Juli 2026 yang diikuti sebanyak 29 siswa kelas XI IPA 3 terlibat aktif dalam pelatihan ini.

Ketua Tim Pengabdian Unram, Mukhtar Haris, M.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan AR bertujuan membantu siswa memvisualisasikan konsep kimia yang bersifat abstrak atau sulit diamati secara langsung. Melalui objek virtual di ponsel pintar, siswa dapat mengeksplorasi proses pada tingkat partikel secara interaktif.

“Fokus utama kami adalah membantu siswa menghubungkan tiga level representasi kimia, yaitu makroskopik, submikroskopik, dan simbolik,” ujar Mukhtar Haris.

Unram Sulap Kawasan Pesisir Jerowaru Jadi Ekowisata Digital Berbasis Konservasi

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian yang beranggotakan Sunniarti Ariani, M.Pd., Baiq Fara Dwirani Sofia, M.Si., Dodiy Firmansyah, M.Si., Nikita Putri, M.Si., dan Vira Oktarina memberikan pengenalan, demonstrasi, serta pendampingan langsung. Guru sekolah setempat turut mendampingi sebagai fasilitator.

Skor Pemahaman Siswa Melonjak

Dampak positif penggunaan media AR ini terlihat dari hasil evaluasi pretest dan posttest terhadap para peserta. Rata-rata skor kemampuan representasi kimia siswa melonjak drastis dari 34,66 menjadi 71,03. Analisis uji Wilcoxon mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan (p < 0{,}001) dengan rata-rata N-gain sebesar 0,558 (kategori sedang).

Selain peningkatan skor, siswa juga memberikan respons yang sangat positif. Hasil angket evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan mencapai 4,26 dari skala 5. Aspek pelaksanaan dan pendampingan memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,40, sedangkan aspek visualisasi materi berada pada rata-rata 4,16.

Kendati demikian, tim mencatat beberapa tantangan teknis, seperti kendala kompatibilitas aplikasi pada sejumlah tipe perangkat Android. Temuan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan aplikasi ke depan.

Unram Dorong Ubi Kayu Jadi Produk Bernilai Ekonomi bagi Perempuan Desa Kotaraja

Perkuat Kemitraan dan Luaran Akademik

Kegiatan pengabdian ini juga memperkuat pilar SDG 17 melalui kolaborasi erat antara Unram, sekolah mitra, dan MGMP Kimia Lombok Tengah. Dalam pemanfaatan inovasi teknologi dalam pembelajaran. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 4 melalui penguatan pembelajaran berkualitas, SDG 9 melalui pemanfaatan inovasi teknologi.

Hasil kegiatan akan menjadi dasar untuk mengembangkan kegiatan berikutnya. Rencana pengembangan mencakup penyempurnaan aplikasi, pengembangan konten pembelajaran, perluasan implementasi melalui MGMP Kimia, serta pelatihan dan pendampingan guru.

Sebagai luaran konkret, program ini berhasil menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi. Program selanjutnya juga diarahkan untuk memperluas penerapan AR dan menggunakan desain evaluasi yang lebih kuat guna memperoleh gambaran yang lebih spesifik mengenai kontribusi teknologi tersebut terhadap pembelajaran kimia. (*)

Perkuat Kompetensi Guru di Mataram, Unram Dorong Pembelajaran Berbasis Bukti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan