Lombok Tengah — Ahmad Imanuddin Sumar alias Abah dan istrinya, Hurmiati, menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga petang terkait dugaan kekerasan seksual terhadap belasan santriwati di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat.
Keduanya dicecar 52 pertanyaan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah, terkait dugaan pencabulan yang mencuat belakangan ini.
“Pertanyaannya terkait yang di BBC, itu dugaan pelecehan seksual,” kata pengacara Abah, Yuda Aditya Maatfa, usai mendampingi Abah dan Umi menjalani pemeriksaan, Senin (28/9/2026).
Yuda selaku kuasa hukum Abah menuturkan, kliennya akan tetap kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik.
Menurut Yuda, Abah masih memberikan keterangan yang sama, yakni membantah pernah melakukan pelecehan terhadap santrinya.
“Kita tetep fokus sama laporan ini, kita tetep kopratif menjawab, keterangan abah tetep pada prinsipnya tidak merasa melakukan pelecehan terhadap santri2nya,” jelasnya.
Sebelum menjalani pemeriksaan, Abah datang sekitar pukul 08.00 Wita. Ia kemudian diperiksa bersama istrinya dan dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik.
“Ada 52 pertanyaan, kita tiba jam 8, dua-duanya diperiksa abah dan umi (suami istri),” ujarnya.
Lebih jauh, Yuda menyebut kliennya akan terus kooperatif memberikan keterangan agar perkara tersebut dapat diusut secara terang.
“Kita akan terus kopratif dalam memberikan keterangan, supaya perkara ini terang benderang, kalau ada indikasi biar penyidik saja yang menentukan,” katanya.
Saat ditanya mengenai jumlah korban yang terus bertambah menjadi 16 korban, Yuda mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti karena informasi tersebut berasal dari pihak yang melapor.
“Terkait pengakuan korban kami tidak tahu ya itu kan dari pihak terlapor ya,” kelitnya.
Yuda juga mengungkap adanya keterangan Abah yang membantah sejumlah pengakuan Yusron dalam investigasi BBC.
Dalam pemeriksaan, kata Yuda, Abah menyebut Yusron pernah dikeluarkan dari pondok karena tidak pernah mengikuti kegiatan sekolah.
“Keterangan abah tadi ada alasan menurut abah tadi bahwa Yusron pernah dipecat dari pondok, karena dia merupakan santri pindahan pada kelas 2 kemudian dia tidak pernah masuk sekolah,” tandasnya.(Zal)


Komentar