Pemerintahan Peristiwa
Home » Berita » Pemprov NTB Buka Suara Usai Siswa Dibacok Hingga Tewas di Udayana

Pemprov NTB Buka Suara Usai Siswa Dibacok Hingga Tewas di Udayana

Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair. (dok: ril)

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama setelah kasus pembacokan yang menewaskan seorang pelajar berusia 14 tahun di Jalan Udayana, Kota Mataram.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan lingkungan sekolah.

“Tentu ini jadi tanggung jawab kita semua, jadi bukan pemerintah, tapi lingkungannya, sekolahnya dan semua,” kata Abul Chair, Kamis (29/10/2026).

Ia menekankan pentingnya menanamkan kesadaran kepada anak-anak dan remaja agar memahami tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus. Menurutnya, pembinaan harus dilakukan bersama oleh orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.

Abul Chair juga mengingatkan orang tua agar tidak melepas tanggung jawab pengawasan terhadap anak, meskipun mereka sedang berada di sekolah. Ia menyebut sekolah memang menjadi tempat orang tua menitipkan pendidikan anak, tetapi tanggung jawab keluarga tetap melekat.

Pemprov NTB Diminta Siapkan Rp1 Triliun Sebagai Tuan Rumah PON 2028

“Kalau orang tua memang yang melekat wajib. Jadi bahkan sehari-hari begitu bangun tidur sampai tidur lagi tentu dalam pengawasan orang tua,” jelasnya.

Kepada kepala sekolah dan guru, Abul Chair meminta pembinaan terhadap anak-anak muda terus diperkuat. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan tanggung jawab.

Ia mengutip ungkapan yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya ilmu sebagai sesuatu yang menjaga manusia.

“Titipkan ilmu kepada anak-anak karena ilmu itulah yang lebih berharga daripada harta, karena ilmu itu menjagamu, sedangkan harta, kamu yang harus menjaganya,” tukasnya.

Di sisi lain, Abul Chair mengapresiasi dukungan unsur keamanan dalam menjaga stabilitas di NTB. Ia menyebut sejumlah pimpinan TNI turut hadir dalam kegiatan bersama pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan dan pembangunan daerah.

Insentif Rp500 Ribu untuk Guru PPPK PW NTB Belum Cair

Sebelumnya, kasus pembacokan di Jalan Udayana menewaskan MGAA (14), pelajar asal Ampenan. Dua pelajar lainnya, FAR (14) dan MGH (16), mengalami luka lecet di sejumlah bagian tubuh.

Polresta Mataram telah menahan 13 terduga pelaku dalam kasus tersebut. Sebanyak 10 orang di antaranya masih berstatus anak dan dititipkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lombok Tengah untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, rombongan terduga pelaku diduga berkonvoi menggunakan sepeda motor setelah berkumpul di sebuah warung pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026. Sebagian disebut mengonsumsi minuman keras tradisional jenis arak dan membawa senjata tajam sebelum peristiwa pembacokan terjadi. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan