Peristiwa
Home » Berita » Lalu Nurudin Marzuki Wafat Usai Pimpin Doa di Kongres Internasional Bahasa Sasak

Lalu Nurudin Marzuki Wafat Usai Pimpin Doa di Kongres Internasional Bahasa Sasak

Mataram – Tokoh agama Drs. H. Lalu Nurudin Marzuki, meninggal dunia setelah memimpin pembacaan doa pada acara pembukaan Kongres Internasional Bahasa Sasak 2026 yang digelar oleh Majelis Adat Sasak (MAS) di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pantauan di lokasi, almarhum tiba-tiba oleng dan terjatuh saat mengakhiri pembacaan doa. Peserta yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan sebelum almarhum dibawa ke Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram).

Pihak rumah sakit kemudian menginformasikan bahwa almarhum telah meninggal dunia.

Kepergian Lalu Nurudin Marzuki menyisakan duka di tengah pelaksanaan kongres yang membahas pelestarian bahasa dan kebudayaan Sasak.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang hadir di tengah-tengah acara mengajak peserta kongres mendoakan almarhum. Ia juga menyampaikan penghormatan atas kontribusi almarhum bagi masyarakat adat Sasak.

Gibran Korban Pembacokan di Udayana Meninggal Dunia di Rumah Sakit

“Kita bersama-sama mendoakan almarhum Ustaz Nuruddin Marzuki, yang hingga akhir hayatnya telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat adat Sasak,” ujar Indah.

Kongres Internasional Bahasa Sasak 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Oktober. Kegiatan ini mengangkat upaya pelestarian bahasa Sasak, terutama melalui lingkungan keluarga dan pendidikan.

Acara tersebut menghadirkan pembicara dari internasional, para pakar linguistik Universitas Mataram, dan tokoh budaya di Bumi Gora.

Indah berharap kongres tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian bahasa Sasak sekaligus mendorong kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi dan diplomasi daerah.

Menurutnya, menjaga bahasa daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab komunitas adat, melainkan seluruh elemen masyarakat agar warisan budaya tersebut tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Polisi Ringkus 10 Pelaku Pembacokan di Kota Mataram

“Mari kita jaga bahasa Sasak, kita rawat budayanya, kita majukan masyarakatnya, dan kita bawa identitas Sasak agar berdiri sejajar dengan peradaban dunia,” tandasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan