Peristiwa Politik Uncategorized
Home » Berita » Soroti Geng Motor di Mataram, DPRD NTB Dorong Penguatan Pembinaan Remaja

Soroti Geng Motor di Mataram, DPRD NTB Dorong Penguatan Pembinaan Remaja

Mataram – Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Made Slamet, menyayangkan masih maraknya aksi geng motor yang melibatkan pelajar di Kota Mataram. Terlebih, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja tersebut belakangan telah menimbulkan korban jiwa.Made menilai penangkapan sejumlah pelaku oleh aparat belum cukup memberikan efek jera.

Menurutnya, penanganan persoalan geng motor harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Made menyoroti usia para pelaku yang sebagian besar masih berkisar 14 hingga 16 tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas dan pergaulan anak, terutama pada malam hari.

Warga Mataram Digegerkan dengan Penemuan Mayat Sudah Kering

“Ini yang kita prihatin. Sudah beberapa kali ditangkap, tetapi masih terus berlangsung. Kita juga perlu mempertanyakan bagaimana pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya, karena mereka masih kecil, tetapi bisa berkeliaran sampai tengah malam,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti keterlibatan remaja dalam kelompok yang membawa senjata tajam. Menurutnya, perilaku tersebut tidak bisa dianggap sebagai kenakalan biasa karena berpotensi mengancam keselamatan orang lain.

Beda Sikap dengan Pimpinan, Acip: Tak Semua Anggota DPRD NTB Ikhlas Pokir Dihapus

Ia mendorong pembinaan terhadap remaja yang terlibat geng motor dilakukan secara lebih intensif.

Pembinaan mental dan kedisiplinan perlu diperkuat agar mereka tidak kembali terlibat dalam aksi kekerasan. Namun, pendekatan tersebut harus tetap mengedepankan cara-cara manusiawi tanpa kekerasan fisik.

Selain keluarga, sekolah juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah keterlibatan pelajar dalam geng motor.

Percobaan Pembacokan Kembali Terjadi di Kota Mataram

Made meminta pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku positif siswa.

Ia mendorong sekolah memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler agar pelajar memiliki ruang untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan yang positif.

“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk beraktivitas dan menyalurkan hobinya. Kalau ada yang suka sepak bola atau voli, arahkan mereka ke kegiatan tersebut. Ruang-ruang positif seperti ini perlu diperbanyak,” katanya.

Made juga mengingatkan bahaya peredaran narkoba dan minuman keras yang dapat memengaruhi perilaku remaja. Ia meminta aparat meningkatkan pengawasan dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam peredaran barang terlarang tersebut.

Menurutnya, pencegahan aksi geng motor harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat oleh pengawasan tokoh masyarakat. Pergaulan anak perlu diperhatikan agar potensi keterlibatan dalam kelompok yang mengarah pada tindak kekerasan dapat diketahui sejak dini.

“Orang tua harus betul-betul memperhatikan anak-anaknya. Tokoh masyarakat juga harus ikut mengawasi. Namun, tetap harus ada efek jera. Tidak boleh seseorang melakukan kekerasan, menebas atau membunuh orang lain tanpa ada konsekuensi,” tandasnya.

Ia berharap sinergi seluruh pihak diperkuat agar aksi kekerasan yang melibatkan remaja tidak kembali terjadi dan keamanan masyarakat di Kota Mataram tetap terjaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan