Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal optimistis rencana pembangunan jalan port to port yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dapat segera terealisasi.
Optimisme itu disampaikan Iqbal setelah mega proyek tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Iqbal mengatakan pembahasan proyek jalan bypass Lembar-Kayangan kini telah melibatkan sejumlah kementerian terkait. Menurutnya, pemerintah pusat memberikan sinyal positif terhadap peningkatan konektivitas yang diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik di Pulau Lombok.
“Menteri-menteri terkait sudah terlibat dalam pembahasan port to port. InsyaAllah kita tetap maju,” ujarnya, Selasa (14/2/2026).
Ia menjelaskan, saat ini proyek tersebut memasuki tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Sebelumnya, studi kelayakan atau feasibility study (FS) telah rampung pada tahun lalu.
“Studi kelayakannya sudah selesai tahun lalu. Tahun ini kita fokus ke DED. InsyaAllah DED-nya juga sedang disusun,” katanya.
Iqbal menegaskan pembangunan jalan port to port bukan sepenuhnya membangun jalan baru. Sebagian besar pekerjaan akan berupa pelebaran dan revitalisasi ruas jalan yang sudah ada.
Menurutnya, panjang keseluruhan jalur diperkirakan tidak mencapai 100 kilometer. Dari total trase tersebut, hanya sekitar 15 kilometer yang merupakan jalan baru, sementara sisanya memanfaatkan koridor eksisting yang akan ditingkatkan kapasitasnya.
“Nggak sampai 100 kilometer kalau port to port. Sebagian trase barunya mungkin sekitar 15 kilometer. Selebihnya modifikasi, pelebaran jalan yang ada, pokoknya revitalisasi,” jelasnya.
Sebelumnya, dukungan terhadap proyek tersebut juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi salah satu kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menekan biaya logistik dan transportasi.
“Prinsipnya adalah konektivitas yang terhubung itu akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya logistik. Biaya transportasi semakin efisien, saya setuju sekali,” kata AHY saat peresmian Bendungan Meninting oleh Presiden Prabowo, Jumat (10/7/2026).
Ia mengungkapkan berdasarkan penjelasan Gubernur Iqbal, perjalanan dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Kayangan saat ini menempuh jarak sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh mencapai lima hingga enam jam.
Kondisi tersebut dinilai membuat biaya distribusi barang menjadi lebih tinggi sehingga perlu dibangun akses yang lebih cepat dan efisien.
“Beliau cerita panjangnya sekitar 100 kilometer, tetapi ditempuh lima sampai enam jam. Ini terlalu lama. Dengan demikian pasti biayanya juga makin tinggi untuk distribusi maupun transportasi logistik,” ujarnya.
Karena itu, Ketua Umum Partai Demokrat itu menilai pembangunan jalan port to port menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat konektivitas di NTB. Menurutnya, infrastruktur transportasi yang semakin andal akan menjadi faktor penentu dalam meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Oleh karena itu memang harus dihubungkan dengan baik. Sekali lagi, konektivitas yang semakin tangguh dan memadai inilah yang akan menentukan pertumbuhan ekonomi, termasuk yang ada di NTB,” tandasnya. (ril)


Komentar