Hukum & Kriminal
Home » Berita » Kasus Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Abul Barokat Naik Penyidikan

Kasus Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Abul Barokat Naik Penyidikan

Ahmad Imanuddin Sumar alias “Abah” (Sorban putih)dan istrinya, Hurmiati, didampingi pengacaranya Yuda Aditya Maatfa. (Dok:wartaone/zal)

Lombok Tengah — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Tengah, meningkatkan penanganan perkara dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Desa Bungkate, ke tahap penyidikan.

“Sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata, Kamis (1/10/2026).

Peningkatan status perkara tersebut dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah pihak, termasuk terlapor TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias Abah AIS dan istrinya.

Selain itu, penyidik juga telah memeriksa 12 orang saksi dari pihak yang diduga menjadi korban.

“Yang sudah diperiksa 12 orang, termasuk terlapor dan istrinya,” sebutnya.

Polisi Bekuk 5 Terduga Pelaku Pengeboman Ikan di Sumbawa Barat

Disinggung mengenai informasi jumlah korban yang disebut telah mencapai 30 orang, Brata belum membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

“Korban 30? Kita tunggu saja, karena kami baru memeriksa saksi-saksi,” kelitnya.

Sejauh ini, kata Brata, penyidik telah memeriksa seluruh saksi yang muncul dalam dokumenter BBC, termasuk Yusron serta beberapa pihak yang mengaku sebagai korban dan baru melapor.

“Yusron sudah kita periksa juga dan saksi yang lain, yakni beberapa korban,” terang Brata.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga berencana meminta keterangan ahli psikologi untuk menganalisis keterangan para saksi yang telah diperiksa dalam perkara tersebut.

Pimpinan Ponpes di Sekotong Cabuli Santriwati, Modus Obat Gigi

“Kita terus berproses. Nanti juga akan meminta keterangan dari psikologi,” katanya.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah laporan investigasi BBC mengungkap dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Ponpes Abul Barokat Wannafahat. Dugaan tersebut dikaitkan dengan TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias Abah AIS.(Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan