Mataram — Tiga siswa SMAN 2 Mataram yang tergabung dalam tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) berhasil melaju ke babak final Information Technology Creative Competition (ITCC) 2026 kategori Internet of Things (IoT).
Ketiga siswa tersebut adalah Gilbert El Colin Ginting, Rafa Ali Zanki Hendarto, dan Lalu Khairul Usabirin. Mereka mengembangkan inovasi perangkat pendeteksi titik buta (blind spot) kendaraan besar yang diberi nama Augen.
Dalam kompetisi ini, SMAN 2 Mataram sukses menembus enam tim finalis dari total 44 tim pendaftar. Menariknya, mereka menjadi satu-satunya perwakilan tingkat SMA yang bersaing langsung dengan jajaran perguruan tinggi ternama seperti BINUS dan ITS.
Ketua Tim, Gilbert El Colin Ginting, menyampaikan bahwa fokus persiapan saat ini diarahkan pada penyempurnaan desain perangkat serta pemantapan materi presentasi menjelang babak penentuan.
“Untuk persiapan selanjutnya, kami akan membuat produknya lebih rapi, membentuk desain tiga dimensinya, kemudian mempersiapkan presentasi. Kami juga memikirkan bagaimana pengembangan alat ini ke depan, termasuk kemungkinan uji coba langsung pada kendaraan,” kata Gilbert, Selasa(13/10/2026).
Sistem pengembangan alat ini dibagi sesuai peran. Rafa Ali Zanki Hendarto bertindak sebagai programmerpemrosesan data, sementara Lalu Khairul Usabirin mengurusi perakitan perangkat keras (hardware).
Khairul menyebut implementasi awal teknologi tersebut sudah rampung. Kendati demikian, tim masih membuka peluang dukungan dari sponsor guna pengembangan alat agar lebih maksimal saat diuji coba.
Sementara itu, Pembina KIR SMAN 2 Mataram, Dewi Iryani Mulyanthi, memberikan apresiasi atas keberhasilan anak didiknya yang mampu memadukan konsep fisika dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam produk nyata.
“Sekolah mendukung kegiatan yang diikuti anak-anak. Proposal pengembangan alat juga sudah diajukan, dan sekarang tinggal bagaimana mereka melanjutkan proses perakitan serta menyempurnakan perangkat agar bisa berfungsi dengan baik,” terang Dewi.
Apresiasi senada disampaikan Plt. Kepala SMAN 2 Mataram, Gunawan. Ia berharap keikutsertaan para siswa di ajang nasional ini dapat menjadi pijakan awal untuk terus mengasah potensi dan menciptakan inovasi berkelanjutan.
“Kami mendorong anak-anak untuk terus menggali potensi yang dimiliki melalui berbagai kegiatan, termasuk kompetisi yang menghasilkan sebuah produk. Harapannya ini tidak hanya menjadi pengalaman lomba, tetapi juga awal bagi pengembangan inovasi,” ujar Gunawan.
Tahap presentasi final ITCC 2026 dijadwalkan berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bali, pada 7 November 2026 mendatang.(Zal)


Komentar