Politik
Home » Berita » PAN Ungkap Alasan Pecat LAZ, Ternyata Sempat Lobi Kursi Ketua Gerindra NTB

PAN Ungkap Alasan Pecat LAZ, Ternyata Sempat Lobi Kursi Ketua Gerindra NTB

Lombok Barat – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muazzim Akbar, mengungkap alasan di balik pemberhentian tidak hormat Bupati Lombok Barat nonaktif, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) sebagai Ketua DPW PAN NTB.

Selain tersandung kasus hukum usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muazzim menyebut LAZ terdeteksi melakukan manuver politik dengan menawarkan diri menjadi Ketua DPD Partai Gerindra NTB.

Menurut Muazzim, informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. LAZ disebut beberapa kali bertemu dengan pimpinan DPP Partai Gerindra, termasuk Sufmi Dasco Ahmad.

“Saya harus sampaikan ke media, ternyata yang bersangkutan ini saat masih menjabat ketua DPW pernah diam-diam menawarkan dirinya menjadi Ketua DPD Gerindra. Bahkan sudah bertemu berkali-kali, termasuk dengan Pak Dasco. Nah, ini kan jelas dan tidak paham etika berpolitik,” kata Muazzim usai Pelantikan Relawan dan Rapat Kerja Daerah PAN NTB di Gerung, Lombok Barat, Sabtu (1/8/2026).

Muazzim mengatakan, langkah tersebut telah diketahui oleh pimpinan pusat PAN dan menjadi salah satu faktor yang memperburuk hubungan LAZ dengan DPP setelah ditangkap KPK.

Muazzim Akbar Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPW PAN NTB Usai LAZ Ditangkap KPK

“Ketua Umum sendiri yang menyampaikan informasi ini langsung ke saya kemarin. Bagaimana bisa saat masih menjabat ketua di DPW PAN, malah melamar ingin jadi ketua partai lain?” tambahnya.

Muazzim enggan berspekulasi mengenai motif di balik manuver politik LAZ, apakah berkaitan dengan ambisi maju dalam Pemilihan Gubernur atau kepentingan politik lainnya. Namun, ia menilai tindakan tersebut mencederai komitmen terhadap organisasi.

Meski sempat terjadi dinamika internal, Muazzim memastikan kondisi PAN di NTB tetap solid. Bahkan, menurutnya, pergantian kepemimpinan justru memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat daerah.

“Apakah berpengaruh? Sama sekali tidak ada. PAN justru jauh lebih solid. Di Lombok Barat (Lobar) juga konsolidasi semakin kuat,” tukasnya.

Usai pembenahan internal, DPW PAN NTB langsung bergerak melakukan konsolidasi di seluruh kabupaten/kota. Muazzim menegaskan target PAN pada Pemilu 2029 bukan sekadar menjadi partai papan tengah, melainkan meraih posisi teratas di NTB.

Soroti Kericuhan Porprov NTB, Lalu Hadrian: Tolong Jangan Ada Bumbu Politik

“Target kami jelas, PAN akan turun terus ke masyarakat. Kami tidak cuma mengincar pemenang kedua atau ketiga, tapi target insyaAllah PAN menjadi pemenang nomor satu di NTB pada 2029 nanti. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Muazzim. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan