Pemerintahan
Home » Berita » Warga Mekarsari Keluhkan Jalan Rusak, Harapkan Pemprov NTB Bantu Perbaiki

Warga Mekarsari Keluhkan Jalan Rusak, Harapkan Pemprov NTB Bantu Perbaiki

Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani saat menyampaikan keluhan terkait jalan rusak di hadapan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (dok: ril)

Lombok Barat – Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, berharap Pemerintah Provinsi NTB memberikan bantuan perbaikan jalan yang rusak parah dan telah menjadi persoalan selama bertahun-tahun.

Kondisi infrastruktur yang buruk itu dinilai menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan dasar bagi sekitar 1.670 kepala keluarga (KK) yang tinggal di desa tersebut.

Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, mengatakan persoalan infrastruktur menjadi persoalan terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini. Sejumlah usulan perbaikan telah diajukan melalui pemerintah pusat, kabupaten maupun provinsi, namun hingga kini belum terealisasi.

“Harapan kami yang saat ini memang sudah masuk agenda itu dari provinsi dan program dari Kementerian PU. Itu untuk perbaikan jalannya,” kata Faizul saat kunjungan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, ruas jalan yang diusulkan untuk diperbaiki mencapai sekitar dua kilometer dari titik aspal terakhir menuju permukiman warga. Selain itu, masih terdapat sejumlah ruas jalan lain sekitar 950 meter yang belum mendapatkan penanganan.

Guru SDN 4 Mekarsari Ngeluh Imbas Siswa Tak Kebagian MBG, Terkendala Akses Jalan

Faizul mengakui pemerintah desa juga kesulitan melakukan pembangunan atau perbaikan jalan menggunakan anggaran sendiri lantaran adanya kebijakan pemangkasan dana desa oleh pemerintah pusat.

“Dengan adanya pangkas dana desa ini kita tidak bisa bergerak. Hampir tidak ada perbaikan jalan fisik yang bisa kita kerjakan,” tuturnya.

Buruknya akses jalan bahkan berdampak pada pelayanan dasar warga. Faizul menyebut warga pernah menggotong jenazah dari kawasan bawah Mekarsari menuju rumah duka karena ambulans tidak dapat menjangkau lokasi.

“Yang pertama itu sudah dua kali terjadi, yaitu yang viral penggotongan jenazah. Setiap ada yang meninggal di rumah sakit, itu kita tandu karena ambulans tidak bisa masuk,” katanya.

Tidak hanya itu, kondisi jalan rusak juga membuat siswa SD Negeri 4 Mekarsari hingga kini belum menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Distribusi makanan ke sekolah tersebut terkendala akses jalan yang sulit dilalui kendaraan.

Iqbal Cek Bantuan Program Desa Berdaya di Mekarsari, Perbaikan Jalan Jadi Sorotan

“SDN 4 Mekarsari sampai hari ini memang belum terjangkau oleh program MBG, itu memang karena akses jalan ke sini yang masih buruk,” jelasnya.

Desa Mekarsari sendiri menjadi salah satu dari 40 desa penerima Program Desa Berdaya Transformatif tahap pertama yang digulirkan Pemerintah Provinsi NTB.

Di Mekarsari, sebanyak 134 KK masuk dalam kategori penerima manfaat program tersebut. Mereka akan memperoleh bantuan keuangan untuk modal usaha atau penguatan ekonomi yang akan didampingi selama dua tahun.

Sementara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melihat langsung kondisi Desa Mekarsari, mengakui bahwa persoalan jalan menjadi hambatan utama bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

“Nah, ternyata setelah kita lihat, ada persoalan di luar persoalan masing-masing kepala keluarga yang perlu diselesaikan, yaitu masalah jalan. Jalan di Mekarsari, terutama di Dusun Malaka ini, memang salah satu kendala utama sehingga produk-produk agroforestri yang kita dorong sekarang tidak bisa mulus turun ke bawah,” kata Iqbal.

Iqbal Kumpulan OPD Bahas Anggaran PON 2028

Menurutnya, perbaikan jalan akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan akses pendidikan.

“Kalau jalan ini selesai maka ada dua dampak yang langsung dirasakan. Satu untuk roda perekonomian, hasil pemberdayaan masyarakat bisa dibawa ke pasar dengan lebih cepat dan aman. Yang kedua pendidikan, sehingga hasil MBG bisa naik ke SD yang ada di Dusun Malaka yang sampai sekarang siswanya belum mendapatkan MBG,” jelasnya.

Iqbal memastikan perbaikan jalan akan diupayakan melalui sumber pendanaan lain di luar anggaran Program Desa Berdaya Transformatif. Pemprov NTB, kata dia, akan mencari skema kolaborasi agar persoalan infrastruktur di Mekarsari dapat segera ditangani.

“Yang jelas ini akan kita keroyokan nanti kita selesaikan,” tandas Eks Dubes RI untuk Turki itu.

Sebagai informasi, Desa Mekarsari merupakan salah satu desa yang berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan sempit dan rusak di sejumlah titik. Kondisi itu membuat warga kesulitan mengangkut hasil bumi ke pasar sehingga banyak komoditas terpaksa dijual kepada pengepul yang datang langsung ke lokasi dengan harga lebih rendah.

Padahal, desa tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi. Selain durian, warga juga banyak memproduksi air nira yang diolah menjadi minuman khas tuaq manis maupun gula merah. Namun buruknya akses jalan membuat distribusi hasil kebun tidak berjalan optimal. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan