Pemerintahan Religi
Home » Berita » 5.798 Calon Jemaah Haji NTB Siap Berangkat ke Tanah Suci, Satu Meninggal Dunia

5.798 Calon Jemaah Haji NTB Siap Berangkat ke Tanah Suci, Satu Meninggal Dunia

Dari kiri ke kanan, Perwakilan Polda NTB Erwin Rachmat, Perwakilan Garuda Indonesia Chairul Fajar Harahap, Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhamad Amin, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Mataram Herman Nugraha, Kepala UPT Asrama Haji Kelas 1 Lombok Lalu Madhan, saat konferensi pers di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (dok: ril).

Mataram – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Lombok tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi dipastikan telah rampung. Sebanyak 5.798 calon jemaah haji (CJH) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berangkat ke Tanah Suci dalam 15 kelompok terbang (kloter).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan kloter pertama akan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita. Kemudian diberangkatkan ke Madinah sehari sehari setelahnya melalui Bandara Internasional Lombok.

“Dari seluruh rangkaian persiapan keberangkatan jemaah haji NTB, dapat kami simpulkan bahwa status kesiapan saat ini telah siap,” ujarnya saat konferensi pers di Asrama Haji, Senin (20/4/2026).

Kendati demikian, Amin mengatakan satu calon jemaah haji asal Lombok Tengah meninggal dunia. CJH tersebut dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci akhir pekan ini.

Ia berujar CJH yang meninggal dunia tersebut akan segera diganti agar kuota haji NTB tidak berkurang. Tak hanya itu, Menhaj juga tidak memperkenankan open seat (kursi kosong) dari masing-masing kloter.

Inspektorat Bentuk Tim Audit Pabrik Pakan Mangkrak di BRIDA NTB

“Ya ini sedang dilakukan proses untuk pengisian. Tentunya ketika ada jamaah yang meninggal dunia itu harus dilakukan proses untuk pengisian kembali,” jelasnya.

CJH yang meninggal dunia itu juga disebut berada dalam kloter II, sehingga masih ada waktu untuk mencari penggantinya.

“Terkait dengan proses itu, sejauh mana ini sedang berjalan. Korban kan berada di kloter II, Lombok Tengah,” tuturnya.

Proses penggantian kursi kosong tersebut juga akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Yang pasti kita menghindari kursi kosong. Artinya kuota haji kita 5.798 orang itu tetap,” tegasnya.

Bukan Cuma Barang Tajam, Durian Juga Dilarang di Penerbangan Haji NTB

Jemaah Dilarang Bawa Durian

Sementara itu, Perwakilan Garuda Indonesia, Chairul Fajar Harahap mengatakan pihaknya telah menyiapkan pesawat jenis Boeing 777-300ER dengan kapasitas 393 penumpang untuk mengangkut seluruh jemaah asal NTB.

“Kami menyiapkan 15 pesawat untuk berbagai embarkasi di Indonesia, terdiri dari 7 pesawat sewa dan 8 milik Garuda. Khusus Lombok, kami menggunakan pesawat milik Garuda sendiri,” ujarnya.

Untuk kenyamanan proses penerbangan, Fajar berujar, seluruh jemaah dilarang membawa benda tajam saat boarding seperti pisau, gunting hingga korek api.

“Kami juga melarang membawa makanan bau menyengat seperti durian,” kata Fajar.

Duka di Tengah Persiapan Haji NTB: 1 Jemaah Wafat, Pengganti Disiapkan

Selain itu jemaah juga dilarang membawa barang dalam jumlah berlebihan, seperti rokok, yang maksimal diperbolehkan sekitar 100 batang untuk penerbangan internasional. Karena, proses pemeriksaan di bandara tujuan seperti Jeddah dan Madinah jauh lebih ketat.

“Barang-barang seperti mainan berbentuk senjata, serta oleh-oleh berupa tanah atau batu dari Arab Saudi, dipastikan tidak diperbolehkan. Semua barang akan melalui screening ketat,” ujarnya.

Fajar mengatakan Pesawat Boeing 777-300ER dijadwalkan tiba di Lombok pada 20 April pukul 17.45 WITA untuk menjalani inspeksi dan persiapan. Sementara itu, penerbangan perdana jemaah haji direncanakan berangkat pada 22 April 2026.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Kekarantinaan Mataram, Herman Nugraha mengimbau para jamaah untuk tidak membawa makanan basah atau yang tidak diproduksi oleh perusahaan berstandar.

“Nanti kami screening makanan jemaah saat masuk asrama, tidak boleh membawa makanan tradisional seperti sambal berlebihan, makanan tidak ada stempel,” kata Herman.

Lebih lanjut tutur Herman, untuk makanan kering seperti biskuit tetap diperbolehkan karena memiliki masa kedaluarsa yang panjang, namun tetap akan melalui proses screening dari petugas kesehatan yang berjaga.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah tidak mengalami keracunan akibat makanan dari luar. Ada pun proses pemantauan makanan yang dibuat oleh petugas di asrama, akan melalui pemantauan yang ketat dan pengecekan dari petugas kesehatan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan makanan yang disajikan, termasuk minuman, diperiksa secara khusus untuk memastikan makanan itu aman dari bakteri,” pungkasnya.

Berikut daftar kloter jemaah haji NTB, antara lain:

  1. Lombok Timur 387 orang
  2. Lombok Tengah 387 orang
  3. Lombok Barat 387 orang
  4. Kabupaten Bima 387 orang
  5. Kota Mataram 387 orang
  6. Lombok Timur 387 orang
  7. Lombok Tengah 387 orang
  8. Lombok Barat 388 orang
    9..Lombok Timur 388 orang
  9. Kota Mataram 388 orang
  10. (Campuran) Kabupaten Bima Kota Bima, Dompu 388 orang
  11. (Campuran) Lombok Timur, Lombok Tengah 388 orang
  12. (Campuran) Kota Bima, Sumbawa Barat, Lombok Utara 388 orang
  13. (Campuran) Kabupaten Bima, Sumbawa 388 orang
  14. (Campuran) Lombok Timur Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat dan Sumbawa Barat 355 orang. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan