Mataram – Kawasan Pasar Seni Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, dipastikan akan direvitalisasi setelah memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp81 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, proyek revitalisasi tersebut akan mulai dikerjakan pada awal 2027, sementara proses tender direncanakan berlangsung pada akhir 2026.
“Kita dapat bantuan dari kementerian PU untuk revitalisasi Pasar Seni Senggigi. Insyaallah pengerjaan proyeknya di awal tahun 2027 sedangkan tendernya sendiri nanti di akhir tahun ini,” kata Iqbal, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, konsep kawasan tersebut akan dibangun dengan desain modern dan disebut menyerupai Sydney Harbour, Australia. Di atas lahan seluas sekitar satu hektare milik Pemprov NTB itu juga akan dibangun berbagai fasilitas penunjang pariwisata untuk menghidupkan kembali salah satu ikonik destinasi di Bumi Gora itu.
Fasilitas yang direncanakan meliputi pelabuhan tempat sandar kapal, sentra UMKM, lounge bagi wisatawan yang menunggu penyeberangan, amphitheater, pusat informasi, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
“Beberapa bangunan fisik akan dibangun di sana di antaranya pelabuhan untuk sandaran kapal, sentra UMKM, ampitheater dan lainnya. Bangunannya ini sangat modern mirip dengan Sidney Harbour Australia,” ungkapnya.
Iqbal menuturkan, saat ini Pemprov NTB tengah menyiapkan desain kawasan, termasuk menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat sebelum proyek memasuki tahap lelang.
“Kita siapkan desainnya, termasuk DED-nya. Kalau semua sudah tuntas nanti tinggal ditender aja pada akhir tahun,” pungkas Eks Dubes RI untuk Turki itu.
Sebagai informasi, Pasar Seni Senggigi merupakan aset milik Pemprov NTB. Sebelumnya kawasan tersebut dikelola oleh PT Rajawali melalui skema Hak Guna Bangunan (HGB) selama 30 tahun.
Setelah masa HGB berakhir pada 2026, aset tersebut kembali menjadi kewenangan Pemprov NTB. Diketahui, Inspektorat NTB juga telah menyelesaikan audit aset terhadap kawasan tersebut sebagai bagian dari proses penataan sebelum revitalisasi dimulai. (ril)


Komentar