Pemerintahan
Home » Berita » Sambut Program Desa Berdaya, Pulau Bungin Genjot Pariwisata-Dorong Kemandirian Warga

Sambut Program Desa Berdaya, Pulau Bungin Genjot Pariwisata-Dorong Kemandirian Warga

Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani.

Sumbawa – Desa Pulau Bungin, di Kabupaten Sumbawa, menjadi salah satu sasaran Program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Bungin mulai menggenjot sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani, mengatakan desa terpadat di dunia itu memiliki potensi wisata yang besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini, kunjungan wisatawan cukup tinggi, tetapi belum memberi dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi warga.

“Kunjungan ke Pulau Bungin ini luar biasa. Tantangannya, bagaimana wisatawan tidak hanya datang, tapi juga membelanjakan uangnya di sini,” ujarnya saat ditemui pada, Senin (22/12/2025) kemarin.

Sebagai langkah awal, Pemdes Pulau Bungin menyiapkan sejumlah paket wisata berbasis alam dan aktivitas masyarakat pesisir. Saat air laut pasang, wisatawan akan ditawarkan paket berenang, sementara saat air surut tersedia paket Bekelili atau mencari kerang, lengkap dengan pelampung, life jacket, dan sepatu boot.

Jaelani mengakui, kendala utama pengembangan pariwisata di Pulau Bungin saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Karena itu, melalui Program Desa Berdaya, pihaknya berharap ada pendampingan dari Pemprov NTB hingga masyarakat benar-benar mandiri.

Pemprov NTB-InJourney Bentuk Pokja untuk Benahi KEK Mandalika

“Artinya kan lebih sejahtera lah masyarakat di sini nanti, selain dari profesi nelayan yang dengan kekayaan laut kita disini, sektor pariwisata juga bisa kita ada pemasukan. Dari program desa berdaya ini juga kita berharap ada semacam pendamping lah dari provinsi,” tuturnya.

Selain paket wisata, Pulau Bungin juga akan menggelar sejumlah event untuk menarik wisatawan. Salah satunya Bungin Cross, lomba renang sejauh tiga kilometer dari Labuhan Alas menuju Dermaga Pulau Bungin yang dijadwalkan digelar mulai Januari. Event ini biasanya diikuti hingga 200 peserta.

Tak hanya itu, lomba dayung perahu tradisional juga akan digelar bersamaan dengan promosi paket wisata dan sentra kuliner. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan kecamatan, Dinas Pariwisata, serta DPRD Kabupaten Sumbawa untuk menyukseskan agenda tersebut.

“Untuk persiapannya juga kita sudah cetak spanduk, karena rencana saya itu untuk launching bungin cross ini sepada santai dari kantor camat kemudian finishnya di pulau bungin, ini kita sudah koordinasi dengan Kecamatan, Dinas Pariwisata, dan beberapa anggota dewan,” jelasnya.

Seiring pembangunan dermaga baru, Pemerintah Desa Pulau Bungin juga merencanakan pengembangan lapak kuliner. Wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama Pulau Bungin, termasuk restoran terapung yang menyajikan aneka seafood dan ikan bakar yang selalu ramai, terutama saat musim liburan.

Polda NTB Amankan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota

“Karena pulau bungin ini juga salah satu pariwisatanya itu wisata kuliner juga, ada restoran terapung yang menjual seafood, ikan bakar, itu ramai terus apalagi pas libur,” tukasnya.

Mayoritas masyarakat Pulau Bungin bekerja sebagai nelayan.

Dok. Mayoritas masyarakat Pulau Bungin bekerja sebagai nelayan.

Tak hanya itu, Pulau Bungin juga memiliki daya tarik sejarah, salah satunya sejarah Panglima Mayu, panglima perang laut yang menerima bendera kehormatan dari Kesultanan Sumbawa. Situs bersejarah ini kerap dikunjungi wisatawan dan pejabat daerah.

“Secara sejarah juga di sini ada Panglima Mayu, dia diberikan bendera sejarah oleh Kesultanan Sumbawa, bendera kesultanan itu diberikan kepada Panglima Mayu sebagai panglima perang laut. Itu yang sering dikunjungi oleh wisatawan, sempat juga penjabat gubernur Lalu Gita dua kali mengunjungi itu,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pulau Bungin dikenal sebagai pulau terpadat di dunia. Dengan luas hanya sekitar 16 hektare, pulau ini dihuni sekitar 3.600 jiwa atau 1.035 kepala keluarga, mayoritas berasal dari Suku Bajo. (ril)

Pemprov NTB Proses Surat Pengajuan Pensiun Dini Pejabat Kena Demosi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan