Pariwisata
Home » Berita » Tiket Pendakian Gunung Rinjani Telah Ludes Terjual

Tiket Pendakian Gunung Rinjani Telah Ludes Terjual

Dok. WartaOne

Mataram – Antusiasme masyarakat untuk mendaki Gunung Rinjani sangat tinggi menjelang pembukaan kembali untuk aktivitas mendaki. Meski baru akan dibuka pada 1 April 2026, tiket pendakian untuk periode 1 hingga 4 April telah habis terjual.

Pemesanan tiket yang dibuka secara daring atau online melalui aplikasi E-Rinjani sejak 6 Maret 2026 langsung diserbu calon pendaki, baik dari dalam maupun luar negeri. Tingginya minat ini terjadi setelah jalur pendakian ditutup sementara sejak 1 Januari 2026 untuk pemulihan ekosistem.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, mengatakan data dari aplikasi E-Rinjani menunjukkan jumlah pendaki relatif merata selama empat hari pertama dibukanya aktivitas pendakian itu.

Untuk hari pertama yakni 1 April, tercatat 219 orang telah mengamankan tiket untuk merasakan sensasi mendaki gunung dengan ketinggian 3726 MDPL itu.

“Untuk tanggal 1 April saja, jumlah pendaki yang memesan sebanyak 219 orang, terdiri dari 181 wisatawan nusantara dan 38 wisatawan mancanegara,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Banyak Warga Lotim Menikmati Liburan di Pantai Gili Lampu

Kemudian pada 2 April, tercatat 222 pendaki, yang terdiri dari 189 wisatawan nusantara dan 33 wisatawan mancanegara.

Sedangkan pada 3 April tercatat 222 pendaki, dengan 195 wisatawan nusantara dan 27 wisatawan mancanegara. Pada 4 April, jumlah pemesan sebanyak 207 orang, terdiri dari 189 wisatawan nusantara dan 18 wisatawan mancanegara.

Budhy menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi pemesanan dari enam pintu pendakian resmi di Rinjani, yakni Sembalun, Timbanuh, Torean, Senaru, Aik Berik, dan Tetebatu.

“Ini total dari semua pintu pendakian di enam jalur, yang full dan ramai peminat tetap jalur Sembalun,” katanya.

Ia menambahkan, jalur Sembalun masih menjadi favorit utama para pendaki karena aksesnya yang relatif lebih populer dan menawarkan panorama khas savana.

Dari Lombok ke Jawa: Catatan Perjalanan di Tengah Arus Mudik Lebaran 2026

Sebagai informasi, penutupan jalur pendakian setiap awal tahun merupakan agenda rutin yang dilakukan BTNGR guna menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Rinjani.

Dengan dibukanya kembali jalur pendakian, pihak pengelola tetap mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

TNGR juga mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam selama melakukan aktivitas pendakian di kawasan tersebut. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan