Lombok Timur – Hamparan sawah hijau dengan latar Gunung Rinjani menjadi suguhan indah di Pe Ngupi, sebuah kedai kopi sederhana yang kini mulai dikenal sebagai tempat nongkrong favorit anak muda di Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berada di kaki Gunung Rinjani pada ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut (MDPL), kedai ini menawarkan suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Dari tempat ini, pengunjung tidak hanya dimanjakan panorama persawahan yang asri, tetapi juga pemandangan laut dan permukiman warga di sisi timur dan selatan Lombok Timur.
Nama Pe Ngupi sendiri diambil dari bahasa Sasak yang berarti “mari ngopi”. Kedai ini dibangun di atas lahan pribadi milik Satria, seorang mantan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi yang memilih pulang kampung dan membangun usaha kopi bernuansa alam.
Dengan konsep terbuka tanpa dinding, hembusan angin persawahan menjadi suasana alami yang sulit ditemukan di kafe perkotaan.
“Luas kedai ini sekitar empat are. Sebagian saya jadikan rumah, parkir, dan tempat duduk para pecinta kopi yang hendak menikmati suasana alam yang masih asri,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Pe Ngupi menyajikan berbagai racikan kopi robusta dan arabika, mulai dari metode manual brew seperti V60 hingga es kopi gula aren yang menjadi favorit pengunjung.
Selain kopi, kedai ini juga menyediakan aneka camilan dan makanan ringan khas lokal.
“Ada camilan dan minuman kopi berbagai varian yang kami sediakan,” ucap Satria.
Saat sore hari, suasana di Pe Ngupi terasa semakin syahdu. Cahaya matahari yang perlahan tenggelam membuat hamparan sawah berubah warna keemasan, sementara siluet Gunung Rinjani tampak berdiri kokoh di kejauhan.
Kedai ini mulai buka sekitar pukul 15.00 Wita hingga malam hari. Tidak ada jam tutup pasti, sebab pengunjung kerap bertahan hingga larut menikmati suasana pedesaan yang tenang.
“Kalau pengunjung masih ada, kami tetap buka. Paling larut sampai jam 11 malam, ditemani lampu remang-remang dan suara jangkrik,” tambahnya.
Salah satu pengunjung asal Selong, Rian (25), mengaku datang ke Pe Ngupi untuk menikmati suasana persawahan sambil menyeruput kopi, yang dirasanya memberikan rasa ketenangan dan sulit ia temukan di perkotaan.
“Saya cobain sunset lagi di sini, langsung lupa waktu. Sawahnya keemasan, Rinjani kelihatan jelas. Minum kopi dingin sambil melihat pemandangan, rasanya seperti lagi mediasi,” katanya.
Lokasi Pe Ngupi sendiri berada sekitar dua kilometer dari pusat Desa Suela dan sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Selong. Akses menuju lokasi sudah beraspal mulus dan mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara jika hendak datang dari Kota Mataram, pengunjung diperkirakan menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Dengan jarak tempuh hingga 70 kilometer. (ril)


Komentar