Peristiwa
Home » Berita » TGB Kecam Narasi Provokatif Abu Janda: Jangan Patahkan Kerukunan Bangsa

TGB Kecam Narasi Provokatif Abu Janda: Jangan Patahkan Kerukunan Bangsa

M. Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB). (dok: ist)

Mataram – Tokoh nasional asal NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) atau M. Zainul Majdi mengecam pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda, yang menyebut Indonesia sebagai negara mayoritas muslim kerap mengalami kristenfobia atau sentimen anti Kristen.

Pernyataan tersebut dilontarkan Abu Janda melalui video yang beredar di media sosial. Hal itu dinilai oleh TGB berpotensi memecah belah persatuan antarumat beragama di Indonesia.

Dalam video tersebut, Abu Janda juga menyebut hampir setiap bulan terjadi intimidasi terhadap umat Kristiani saat menjalankan ibadah.

Merespons hal itu, TGB menilai narasi yang dibangun Abu Janda justru memprovokasi hubungan harmonis antaraumat Islam dan umat Kristiani yang selama ini terjaga di Indonesia.

“Saya heran saudara Permadi Arya ini tidak habis-habisnya memprovokasi umat Islam dan umat Kristiani,” tulis TGB melalui akun Instagram pribadinya @tuangurubajang yang dikutip WartaOne, Jumat (8/5/2026).

Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Unram Dibubarkan, Pihak Kampus Malah Ajak Mahasiswa Nonton Bola Saja

Mantan Gubernur NTB dua periode itu menegaskan, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Ia memaparkan data Kementerian Agama tahun 2025 untuk membantah tudingan adanya kristenfobia yang sengaja dilakukan secara sistematis di Indonesia.

Dalam data itu, TGB menjelaskan jumlah umat Kristiani di Indonesia saat ini mencapai sekitar 29 hingga 31 juta jiwa dengan sekitar 82 ribu gereja tersebar di berbagai daerah. Sementara umat Islam berjumlah sekitar 240 juta jiwa dengan sekitar 315 ribu masjid.

“Seakan-akan di Indonesia terjadi penindasan terhadap umat Kristiani. Padahal Indonesia mencatat pertumbuhan gereja yang sangat tinggi. Indonesia adalah negara mayoritas muslim dengan jumlah gereja terbanyak di dunia,” tegasnya.

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia itu juga menegaskan bahwa persoalan pendirian rumah ibadah tidak hanya dialami satu kelompok agama tertentu.

Lewat 5 Bulan, Denda Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Capai Rp300 Juta Lebih

Menurutnya, persoalan serupa juga pernah dialami umat Islam di sejumlah daerah dan selama ini dapat diselesaikan melalui dialog serta penegakan hukum.

“Selama ini kita hidup harmonis, saling menghormati. Masalah pasti selalu ada dari waktu ke waktu, namun kita selalu bisa menyelesaikan dengan baik,” seru TGB.

Ketua PB NWDI itu mengingatkan, bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak membangun narasi yang dapat memecah belah masyarakat.

“Kerukunan umat beragama di Indonesia adalah tulang punggung persatuan bangsa. Jangan dipatahkan,” tukasnya.

TGB juga mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang agama.

Hendak Beli Martabak, Pelajar di Bima Tewas Ditusuk dan Dipukul Pakai Batako

“Kita semua, apapun agamanya, adalah saudara sebangsa,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan