Mataram — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) dalam penyelidikan kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Nadya Dwi Rahmadhany. Di sisi lain, sejumlah barang milik korban yang dilaporkan hilang juga belum berhasil ditemukan.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dengan fokus pada pengumpulan alat bukti dan pendalaman keterangan para saksi.
“Kita masih dalam penyelidikan, nanti kalau sudah semuanya rampung, tentunya kita akan ungkap,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Terkait perkembangan perkara yang dinilai belum menunjukkan titik terang, Hendro menyebut setiap kasus memiliki tantangan dan karakteristik yang berbeda.
“Setiap kasus ada tantangan dan kendala, tapi yang jelas kita akan ungkap,” ujarnya.
Menurut Hendro, penyidik saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium forensik terhadap sejumlah sampel yang telah dikirim ke Puslabfor Mabes Polri di Jakarta.
“Jadi belum, labfor belum ada hasil, dan alat bukti yang lain,” katanya.
Selain itu, polisi juga masih melakukan pencarian terhadap barang-barang milik korban yang hingga kini belum ditemukan, di antaranya telepon genggam dan sepeda motor.
“Kita masih pencarian barang-barang itu. HP dan motor sedang kita lakukan pencarian,” pungkasnya.
Sebelumnya, Nadya Dwi Rahmadhany ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Minggu malam (17/5/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.
Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Setelah menerima laporan masyarakat, Polsek Selaparang bersama tim identifikasi langsung melakukan evakuasi dan penanganan awal di tempat kejadian perkara. (Zal)


Komentar