Mataram – Forum Wisata Lingkar Rinjani menyatakan penolakan terhadap rencana kedatangan Agam dan Panji Petualang ke kawasan Gunung Rinjani untuk membuat konten ataupun film dokumenter terkait peringatan satu tahun penyelamatan Juliana Marins yang terjatuh dan meninggal dunia di Gunung Rinjani pada Juni 2025 lalu.
Mereka menilai kegiatan tersebut tidak tepat dilakukan karena berpotensi membuka kembali luka lama yang hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan, terutama terkait pengelolaan dana donasi yang berhasil terkumpul saat penyelamatan Juliana.
Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menegaskan pihaknya menolak segala bentuk kegiatan yang akan dilakukan Agam di kawasan Rinjani. Selain itu, forum juga keberatan dengan penyematan sebutan “Pawang Rinjani” kepada yang Agam.
“Kami sangat keberatan dengan rencana kedatangannya yang ingin membuat video di Rinjani dengan dalih memperingati satu tahun penyelamatan Juliana. Kami juga tidak terima jika kata Pawang Rinjani disematkan kepada yang bersangkutan,” tegas Royal, Minggu (21/6/2026).
Menurut Royal, penolakan tersebut didasari oleh berbagai persoalan yang hingga kini dinilai belum terselesaikan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan dana donasi yang dihimpun saat operasi penyelamatan Juliana berlangsung.
Ia menilai masih banyak pihak yang merasa dirugikan, mulai dari tim penyelamat, para pendaki yang terlibat dalam proses evakuasi, hingga kebutuhan operasional dan peralatan yang digunakan ketika mengevakuasi wisatawan asal Brazil itu.
“Ada banyak janji dan hutang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas,” tuturnya.
Forum Wisata Lingkar Rinjani menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai berpotensi menimbulkan polemik baru sebelum seluruh persoalan yang ada diselesaikan.
“Kami kecewa dan prihatin atas sikap Agam yang sampai saat ini masih belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Jangan jadikan Rinjani sebagai panggung untuk mengalihkan isu,” terang Royal.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku wisata di kawasan Rinjani untuk bersama-sama menjaga marwah serta kearifan lokal kawasan tersebut dari aktivitas yang dinilai dapat memicu kontroversi.
“Saya mengajak semua masyarakat dan pegiat wisata agar menolak Agam kesini,” tandasnya. (ril)


Komentar