Ekonomi Pemerintahan
Home » Berita » Ketua Dekranasda NTB Klaim Omzet Bale Kita Tembus Rp92 Juta dalam 1,5 Bulan

Ketua Dekranasda NTB Klaim Omzet Bale Kita Tembus Rp92 Juta dalam 1,5 Bulan

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal (tengah) saat mengunjungi Bale Kita. (dok: Diskominfotik NTB)

Mataram – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sinta Agathia Iqbal, mengklaim bahwa Bale Kita NTB telah meraup omzet sebesar Rp92 juta hanya dalam waktu satu setengah bulan sejak diresmikan awal Juli 2025.

Rumah bersama bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berlokasi di kawasan Islamic Center NTB, Mataram itu menunjukkan tren penjualan positif diawal-awal berdirinya setelah rebranding dari NTB Mall.

Sinta mengatakan, capaian tersebut melampaui ekspektasi awal. Mulanya, pengelola memperkirakan perkembangan Bale Kita akan berlangsung secara bertahap. Namun, antusiasme pelaku UMKM untuk bergabung justru terus meningkatkan angka penjualan seiring berjalannya proses kurasi produk.

“Progresinya alhamdulillah di luar dari yang kita harapkan. Karena kita masih berpikir pelan-pelan, (tapi) sekarang semakin banyak UMKM yang mau bergabung. Sistem kurasi sekarang semakin berjalan,” ujar Sinta saat ditemui di Bale Kita, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, capaian omzet tersebut dapat diraih meski Bale Kita belum beroperasi penuh terutama pada akhir pekan. Keterbatasan operasional itu disebabkan status pengelolaannya yang masih mengikuti jam kerja aparatur sipil negara (ASN).

Pemprov NTB Cari Pengelola Kawasan Industri Sumbawa Barat usai Krakatau Steel Batal

“Dulu sudah ada tenant di bandara, omzetnya tidak segitu. Sekarang belum ada di bandara, kita sudah mencapai omset yang hampir sama dengan NTB Mall yang dulu,” jelasnya.

Untuk meningkatkan fleksibilitas operasional, Pemerintah Provinsi NTB kini tengah memproses perubahan status kelembagaan Bale Kita menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status tersebut, Bale Kita diharapkan dapat beroperasi lebih leluasa, termasuk membuka layanan pada Sabtu dan Minggu.

“Sedang diusahakan, insya Allah dalam waktu dekat kita perubahan. Supaya semakin banyak lagi yang bisa kita lakukan. Sekarang geraknya agak sedikit terbatas, udah pengen lari sebenarnya tapi masih agak ketahan,” tutur Ketua TP PKK NTB itu.

Ia optimis proses perubahan kelembagaan tersebut dapat rampung dalam dua bulan ke depan sehingga berbagai target pengembangan Bale Kita bisa segera direalisasikan.

“Insya Allah dalam dua bulan ini harusnya sudah selesai. Teman-teman Bale Kita sedang berlari untuk mengejar target-target besar,” ungkapnya.

Desa Pelemabik Manfaatkan Rp300 Juta Dana Desa Berdaya untuk Usaha Peternakan

Sinta menegaskan, perubahan status menjadi BLUD bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan. Sesuai arahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Bale Kita diproyeksikan menjadi pusat promosi dan pemasaran produk UMKM dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

Selain itu, sistem kurasi produk juga akan terus dievaluasi agar mampu menjaga kualitas dan keaslian produk kerajinan yang dipasarkan.

“Proses kurasi juga kita evaluasi. Kalau dulu di awal kami agak khawatir dengan sistem autentik yang kita pegang. Ternyata memang ini juga ditunggu oleh teman-teman pelaku UMKM kita. Kita berikan kepada mereka yang mau bergerak di bidang keautentikan kerajinan,” tandas Sinta. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan