Pendidikan
Home » Berita » Lalu Hadrian Raih Penghargaan Tokoh Nasional ‘Penguatan Literasi Digital’

Lalu Hadrian Raih Penghargaan Tokoh Nasional ‘Penguatan Literasi Digital’

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. (dok: ril)

Mataram – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menerima penghargaan sebagai Tokoh Nasional Penguatan Literasi Digital Bidang Pendidikan dari Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Temu Nasional Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Se-Indonesia (APSIPOL) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Penghargaan dari APSIPOL menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Lalu Hadrian dalam mendorong penguatan literasi digital dan transformasi pendidikan nasional.

Dalam kegiatan itu, Ketua DPW PKB NTB tersebut juga menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional, Pembelajaran Digital, dan Perlindungan Anak”.

Dalam orasinya, Lalu Hadrian menekankan pentingnya menyelaraskan penguatan sistem pendidikan nasional, transformasi digital, dan perlindungan anak. Ketiganya dinilai menjadi aspek penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

DPRD NTB Uji Kelayakan 21 Calon Anggota KPID Periode 2026-2029

“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pemerataan akses pendidikan digital, penguatan literasi digital, serta peningkatan kapasitas guru dalam menguasai teknologi, termasuk koding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” ujarnya.

Ia mengingatkan agar transformasi digital di sektor pendidikan tidak memperlebar kesenjangan antardaerah. Menurutnya, peserta didik di wilayah terpencil dan kepulauan harus mendapat kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi pendidikan.

“Jangan sampai kemajuan teknologi justru memperlebar kesenjangan pendidikan. Kita harus memastikan seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses dan manfaat dari transformasi digital,” tegasnya.

Selain pemerataan akses, Lalu Hadrian menyoroti peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi. Penguasaan literasi digital, koding, dan kecerdasan buatan perlu diperkuat agar tenaga pendidik mampu mengikuti perubahan metode pembelajaran.

Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan harus disertai perlindungan data, keamanan ruang digital, serta penghormatan terhadap hak dan martabat anak.

Kodam Rinambora Mulai Rekrut Prajurit, Siapkan Markas di Lombok Tengah dan Mataram

“Pendidikan nasional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguatan sistem pendidikan, transformasi digital, dan perlindungan anak harus berjalan beriringan. Ketiganya merupakan pilar penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya.

Lalu Hadrian berharap pembangunan pendidikan nasional tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan sistem pendidikan berjalan adaptif, inklusif, dan berkeadilan. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan