Peristiwa
Home » Berita » Hari Ketiga, Empat Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Dicari Tim SAR

Hari Ketiga, Empat Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Dicari Tim SAR

Proses pencarian penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan. (Dok: SAR Mataram)

Mataram — Tim SAR gabungan memperluas pencarian empat penumpang KMP Putri Yasmin yang hingga hari ketiga belum ditemukan setelah kapal mengalami kecelakaan di perairan selatan Pulau Bali, Rabu (12/8/2026).

Kepala Kantor SAR Mataram Hariyadi mengatakan, pencarian hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 Wita dengan mengerahkan satu unit helikopter dan dua kapal untuk menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

“Kami pertama menggerakkan satu buah helikopter dari PT SGI Benoa menuju sasaran seluas 100 nautical mile persegi,” kata Hariyadi, Jumat (14/8/2026).

Helikopter tersebut melakukan penyisiran udara selama kurang lebih dua jam. Namun, dari pencarian tersebut belum ditemukan tanda-tanda keberadaan empat penumpang maupun KMP Putri Yasmin di sekitar perairan selatan Pulau Bali.

Pencarian kemudian dilanjutkan menggunakan dua kapal, yakni KN SAR 220 milik Kantor SAR Mataram dan KAL Blongas milik TNI Angkatan Laut.

Korban Meninggal Imbas Kebakaran KMP Putri Yasmin Dapat Santunan Rp50 Juta

KN SAR 220 menyisir wilayah sekitar 60 nautical mile ke arah barat daya dari titik awal kapal terbakar. Sementara KAL Blongas melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan cakupan sekitar 48 nautical mile.

“Hingga pukul 15.00, kedua kapal kembali ke Lembar. Tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang kita cari,” ungkapnya.

Di tengah proses pencarian, Basarnas mendapat kepastian mengenai satu nama yang sebelumnya masuk dalam daftar penumpang yang masih dicari.

Ratu Agung Sekar Ayu dipastikan selamat setelah pihak keluarga melaporkan bahwa yang bersangkutan telah kembali ke rumah. Ia ternyata tidak menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus 2026.

“Ratu Agung Sekar Ayu, pihak keluarga melaporkan ke posko bahwa yang bersangkutan sudah kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” katanya.

Geger, Warga Temukan Mayat Tergantung di Perbukitan Lombok Utara

Ratu Agung sebelumnya tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin karena sempat membeli tiket kapal tersebut. Namun, jadwal keberangkatannya kemudian dimajukan pada 9 Agustus dan ia berangkat menggunakan KMP Surya 777.

“Yang bersangkutan sempat membeli tiket di Putri Yasmin, tapi ada perubahan. Yang bersangkutan maju di tanggal 9 dengan menggunakan KMP Surya 777,” jelasnya.

Dengan adanya kepastian tersebut, jumlah penumpang yang masih dalam pencarian kini menjadi empat orang dari sebelumnya lima orang. Sementara korban meninggal dunia tetap tercatat satu orang.

“Dan kami berterima kasih kepada pihak keluarga. Ada perubahan data terkait dengan pencarian yang kita cari, lima orang menjadi empat orang. Untuk korban meninggal tetap satu orang,” tegasnya.

Hariyadi juga memastikan empat orang yang masih dalam pencarian tersebut seluruhnya merupakan warga lokal. Tidak ada warga negara asing dalam daftar korban yang masih dicari.

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 106 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Sebagian dari mereka diketahui berdomisili di Mataram dan Bali. Namun, dari empat orang tersebut, terdapat satu nama yang tidak tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin.

“Termasuk ada satu orang yang tidak tercatat di manifes,” ungkap Hariyadi.

Sementara itu, salah satu penumpang yang sebelumnya dikhawatirkan menjadi korban diketahui memiliki suami yang berhasil selamat. Sang suami telah dievakuasi menggunakan KMP Parama Kalyani.

Memasuki hari keempat pencarian, tim SAR gabungan akan kembali mengerahkan armada laut untuk menyisir perairan Sekotong dan wilayah sekitarnya.

“Kami tetap menggerakkan alut laut, seluruh laut untuk melakukan penyisiran di sekitar perairan Sekotong,” tuturnya.

Basarnas juga meminta bantuan masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi, untuk ikut memantau keberadaan korban maupun kapal yang masih dicari.

“Kami memberikan informasi juga kepada masyarakat-masyarakat yang ada di sekitar Sekotong maupun kepada nelayan-nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Informasi pencarian juga akan disebarluaskan melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar dan VTS Benoa. Langkah tersebut dilakukan agar kapal-kapal yang melintas dapat membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun KMP Putri Yasmin.(Zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan