Pemerintahan Pendidikan
Home » Berita » Kemendikdasmen Gelontorkan Rp527 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di NTB

Kemendikdasmen Gelontorkan Rp527 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di NTB

Mataram – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggelontorkan anggaran sebesar Rp527 miliar untuk revitalisasi ratusan sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan 530 gedung sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di NTB.

Revitalisasi sekolah tersebut merupakan bagian dari program nasional guna memperkuat kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia di daerah.

“Ini merupakan Asta Cita keempat yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti saat peresmian program revitalisasi sekolah di SMKN 1 Sikur, Minggu (17/5/2026).

Adapun ratusan sekolah penerima bantuan revitalisasi di NTB terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga pendidikan nonformal. Rinciannya yakni 69 gedung PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 17 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB.

Mendikdasmen Resmikan RS UMMAT di Lombok Timur

Seluruh pembiayaan revitalisasi sekolah tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

“Kami ingin menyampaikan bahwa untuk tahun 2025 di NTB, total bantuan untuk revitalisasi itu sejumlah 530 sekolah dengan nilai Rp 527 miliar,” katanya.

Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga meggencarkan program digitalisasi pendidikan melalui penyaluran perangkat Interactive Flat Panel (IFP).

Pemerintah memberikan 7.080 unit perangkat IFP ke 780 sekolah di NTB dengan total nominal bantuan mencapai Rp236 miliar.

Tak hanya itu, menurut Abdul Mu’ti, pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Iqbal Bangga Sabolah Jadi Komisaris MGPA, Harap Jadi Komunikator Warga Lingkar Mandalika

Karena itu, pemerintah juga mulai memperkuat program peningkatan kualitas guru melalui beasiswa D4/S1. Pada 2025, pemerintah menyiapkan beasiswa untuk 12.500 guru di seluruh Indonesia.

“Guru adalah kunci. Teknologi penting, sarana penting, tapi guru tidak bisa digantikan. Karena itu kami fokus pada kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru,” tuturnya.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 150 ribu guru pada 2026 melalui bantuan pendidikan Rp3 juta per semester berbasis Recognition of Prior Learning (RPL).

Di sisi lain, Kemendikdasmen juga mulai menerapkan pembelajaran berbasis teknologi melalui pengenalan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan coding sebagai mata pelajaran pilihan.

Ke depan, mata pelajaran tersebut direncanakan menjadi kurikulum wajib mulai kelas 5 SD hingga jenjang pendidikan menengah.

Dilaporkan ke Jaksa, PMI Lombok Barat Sebut Belum Punya Hibah

“Melalui kerja sama yang baik, pemerintah menargetkan terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua, sesuai dengan Asta Cita bapak Presiden,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan