Mataram – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menyatakan dukungannya apabila Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal maju sebagai calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
Pernyataan itu disampaikan Marciano usai rapat koordinasi terkait persiapan venue PON 2028, sekaligus jamuan makan siang bersama Gubernur Iqbal di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (7/8/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di tengah proses Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB
yang akan memilih ketua baru.
Menariknya, Ketua KONI NTB saat ini, Mori Hanafi, tidak tampak hadir dalam pertemuan tersebut.
Marciano menilai keterlibatan gubernur sebagai Ketua KONI akan mempermudah persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saya berharap dalam waktu yang ada ini Pak Gubernur beserta para tokoh yang memperjuangkan PON ada di NTB ini dapat duduk bersama, dan kita sama-sama memberikan dukungan penuh kepada Gubernur sebagai Ketua KONI NTB,” ujarnya.
Saat ditanya apakah KONI Pusat secara khusus mendorong Iqbal maju sebagai Ketua KONI NTB, Marciano menjawab tegas bahwa seorang pejabat tertinggi tingkat provinsi dinilainya sangat layak dan patut diberikan dukungan.
“Kalau Gubernur maju sebagai Ketua KONI, kita semua harus mendukung. Beliau adalah pejabat tertinggi di provinsi ini. Kalau pejabat provinsi tertinggi mencalonkan sebagai Ketua KONI, kita harus dukung penuh,” katanya.
Meski demikian, Marciano mengaku belum pernah membahas langsung rencana pencalonan tersebut dengan Gubernur Iqbal. Namun, ia memberikan contoh hal serupa terjadi di NTT bahwa Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena juga menjabat sebagai ketua KONI provinsi tersebut. Sehingga ia berpendapat koordinasi terkait PON dinilai lebih efektif.
“Belum. Tapi saya kasih contoh NTT. Keberhasilan Pekan Olahraga Nasional itu ditentukan pertama oleh gubernur, oleh Ketua KONI-nya. Gubernur Ketua PB PON-nya. Tetapi seperti di NTT, itu sangat ideal. Gubernurnya itu Ketua KONI,” jelas Marciano.
Dalam kesempatan itu, Marciano juga menepis isu yang menyebut calon Ketua KONI harus memiliki saldo rekening Rp5 miliar. Menurutnya, syarat tersebut tidak pernah diatur oleh KONI Pusat.
“Saya Ketua KONI Pusat, nol. Gak pernah pakai hal-hal seperti itu,” tegasnya.
Terkait adanya uang pendaftaran calon Ketua KONI NTB sebesar Rp200 juta, Marciano menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musorprov.
“Itu tim penjaringan dan penyaringan yang menentukan. Saya gak mau intervensi itu. Silakan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, saat ini pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030 telah sejak tanggal 5 hingga 18 Agustus. Proses pendaftaran ini mencakup pengambilan formulir serta penyerahan berkas persyaratan calon. (ril)


Komentar