Mataram — LO, seorang guru honorer asal Lombok Timur, diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan pemuda berinisial L setelah diajak Jalan-jalan ke Pantai Labuhan Haji, pada Minggu (7/12/2025).
Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa korban merupakan seorang tenaga pendidik yang masih berstatus sebagai honorer.
“Iya benar, telah terjadi tindak pidana kekerasan seksual berupa pemerkosaan terhadap seorang guru honorer,” ujar AKP Nicolas Osman saat dihubungi WartaSatu melalui telepon, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, kejadian bermula saat pelaku menjemput korban di rumahnya sekitar pukul 10.30 Wita menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian menuju Hotel Alexandria di Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Namun korban menolak diajak check-in.
“Awalnya LO dibawa ke Hotel Alexandria, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur dengan tujuan check-in, namun belum bisa,” ujarnya.
Nicolas mengatakan, pelaku yang tak kehabisan akal lantas mengajak korban ke Pantai Labuhan Haji terlebih dahulu. Setelah kembali dari pantai, pelaku kembali membawa korban ke Hotel Alexandria dan berhasil masuk ke salah satu kamar.
Di dalam kamar Nicolas berujar, pelaku melakukan kekerasan seksual dengan cara menindih kedua tangan korban, menutup wajah korban menggunakan bantal, lalu memaksa berhubungan badan.
Usai melakukan perbuatannya, pelaku meninggalkan korban dalam keadaan tergeletak dan menangis. Tak lama kemudian, ibu dan adik korban datang ke hotel, lalu langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Saat ini korban telah menjalani visum di RSUD Selong, sementara pelaku masih buron dan dalam pengejaran aparat.
“Pagi tadi korban sudah divisum di RSUD Selong,” tegas Nicolas.(zal)


Komentar