Politik
Home » Berita » Mardiono Pimpin Langsung Muswil PPP NTB Kubu Muzihir, Singgung Kader Tidak Loyal

Mardiono Pimpin Langsung Muswil PPP NTB Kubu Muzihir, Singgung Kader Tidak Loyal

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono saat acara Muswil DPW PPP NTB. (dok: DPW PPP NTB untuk WartaSatu)

Mataram – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IX pada Rabu, 24 Desember 2025 di Kantor DPW PPP NTB di Mataram. Muswil tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP PPP, Mardiono.

Muswill PPP NTB kemudian menetapkan tim formatur yang akan menyusun struktur kepengurusan DPW PPP NTB untuk lima tahun mendatang.

Adapun susuna tim formatur yakni, Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono langsung ditetapkan sebagai Ketua Tim Formatur. Sementara unsur DPW diwakili Muzihir, dan unsur DPC diwakili tiga ketua DPC, yakni Lombok Tengah, Sumbawa, dan Kabupaten Dompu.

Pada kesempatan itu Mardiono dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas dan satu garis komando di seluruh lapisan kepengurusan, mulai dari tingkat provinsi hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau kabupaten/kota.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam partai adalah hal yang wajar, namun harus diselesaikan secara internal dan tidak berkembang menjadi konflik antar personal.

Isvie Ingatkan Hubungan dengan Eksekutif Harus Harmonis untuk Bangun NTB

“Lapisan pengurus provinsi maupun tingkat cabang juga tingkat PAC itu harus solid, satu garis komando dalam konteks menjalankan sebuah perjuangan dalam melaksanakan kebijakan,” ujarnya dalam arena Muswil pada Rabu, (24/12/2025).

Ia mengibaratkan perbedaan di internal partai seperti perbedaan dalam sebuah keluarga. Menurutnya, setiap perbedaan harus dibahas dan diselesaikan melalui musyawarah, bukan justru dibiarkan atau diperpanjang hingga memicu perpecahan.

“Bahwa ada perbedaan pasti. Di dalam rumah saja, satu keluarga pasti itu. Tapi kalau tak ada itu diperdebatkan, didiskusikan hingga selesai, tidak ditinggal pergi dan tidak boleh kemudian kader-kader itu malah mengembangkan perselisihan,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan terkait sikap kader yang sudah tidak sejalan dengan perjuangan partai, Mardiono menegaskan bahwa PPP memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang harus menjadi pedoman bersama.

Jika sudah tidak sependapat dan tidak lagi percaya pada garis perjuangan partai, maka pilihan politik menjadi konsekuensi masing-masing.

Pejabat Eselon III Pemprov NTB Ajukan Nota Keberatan Usai Didemosi

“Kalau sudah tidak sependapat dengan perjuangan kita dan sudah tidak percaya lagi dengan anggaran dasar rumah tangga kita, ya sudah terus buat apa,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW PPP NTB, Muzihir, menyampaikan bahwa Muswil IX berjalan lancar dan sesuai mekanisme organisasi. Ia menyebutkan, hasil Muswil menetapkan tim formatur yang akan merumuskan susunan kepengurusan DPW PPP NTB.

“Alhamdulillah Muswil hari ini sesuai jadwal berjalan lancar dan sukses. Adapun hasilnya nanti setelah kita rapat formatur. Paling lambat tanggal 7 Januari. Orang-orangnya sebenarnya sudah ada, tinggal kita tempatkan sesuai kesepakatan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD NTB itu berharap, pasca Muswil, seluruh kader PPP NTB dapat kembali fokus membangun kekuatan partai, serta menerima hasil Muswil sebagai keputusan organisasi yang sah.

“Saya berharap kader melihat ini dengan kepala dingin, bahwa inilah Muswil yang sesungguhnya, dilakukan sesuai mekanisme AD/ART dan perintah DPP,” tegasnya. (rill).

Eks Sekretaris PDIP NTB Ditunjuk Jadi Plt Ketua PSI NTB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan